JAMBERITA.COM - Malam silaturahmi perpisahan Mahasiswa KKN Posko 7 Universitas Baiturrahim (UBR) Jambi di Desa Sungai Terap, Kecamatan Kumpeh, berubah menjadi suasana penuh haru, Minggu (01/02/2026) malam.
Di bawah temaram lampu dan kehangatan persaudaraan, isak tangis mahasiswa pecah saat membungkuk bersalaman kepada para tua tenganai serta mendengar pesan pesan menyentuh dari para tokoh masyarakat yang selama ini menjadi orang tua asuh mereka di lapangan.
Acara yang dihadiri oleh seluruh perangkat desa, Ketua RT 01-08, Ketua Adat, serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ns. Milla, menjadi saksi bisu betapa dalamnya jejak pengabdian yang ditinggalkan para calon tenaga kesehatan (Nakes) ini.
Sekretaris Desa (Sekdes) Sungai Terap, Fadli, dalam kesannya mengaku sangat kehilangan. Baginya, kehadiran mahasiswa KKN UBR bukan sekadar menjalankan program kerja, melainkan membawa rasa kekeluargaan yang belum pernah dirasakan desa sebelumnya.
"Pilihlah kenangan yang layak untuk dikenang. Sebagai manusia, pada akhirnya kita akan hidup dalam cerita yang diceritakan orang lain tentang masa lalu kita. Maka, buatlah setiap pengabdian kalian menjadi kisah baik yang pantas diingat," pesan Pak Sekdes dengan nada bergetar.
Sebagai mahasiswa Fakultas Kesehatan, pengalaman di Desa Sungai Terap adalah laboratorium kemanusiaan yang sesungguhnya. Chandra (Ketua RT 01) dan Mukmin (BPD) juga menitipkan pesan penting bagi mereka yang kelak akan memegang nyawa pasien di tangan mereka.
Pesan inti yang ditekankan untuk calon Nakes masa depan adalah akhlak dan integritas, pasalnya kesuksesan di dunia kerja kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tapi oleh kejujuran dan tanggung jawab dan kerendahan hati. Menurutnya, menjadi Nakes berarti bersentuhan dengan masyarakat dari berbagai lapisan. Sikap rendah hati adalah "obat" pertama bagi pasien.
Selanjutnya, Empati sebagai Landasan, dimana keberadaan mahasiswa yang mampu menyatu dengan warga adalah bukti bahwa empati adalah instrumen penting dalam pelayanan kesehatan.
Tangisan yang pecah di malam itu merupakan simbol keberhasilan mahasiswa dalam merebut hati rakyat. Meski secara emosional berat untuk berpisah, penutupan KKN Tematik ini secara resmi akan dilaksanakan pada Kamis, 5 Februari 2026, bertempat di Kantor Camat Muaro Kumpeh.
DPL Posko 7, Ns. Milla, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada warga Sungai Terap yang telah membentuk karakter mahasiswanya menjadi pribadi yang lebih tangguh dan peka secara sosial. "Iya semalam mahasiswa Posko 7 sudah mengadakan acara pemaparan dan pamitan ke tua tengganai desa setempat," ungkap Mila.
Malam itu membuktikan bahwa menjadi Tenaga Kesehatan bukan hanya soal menyuntik atau memberi obat, tapi tentang bagaimana kehadiranmu mampu memberikan kenyamanan dan rasa kekeluargaan bagi mereka yang membutuhkan. Desa Sungai Terap telah menuliskan babak indah dalam sejarah kalian, sekarang saatnya kalian menuliskan babak baru di dunia kesehatan dengan hati.
Bagi warga Desa Sungai Terap, mahasiswa Posko 7 UBR Jambi telah lulus dalam ujian kemanusiaan. Mereka datang sebagai mahasiswa, dan pergi sebagai keluarga yang akan selalu hidup dalam ingatan warga.
Selamat berjuang, calon tenaga kesehatan masa depan. Bawalah semangat Desa Sungai Terap dalam setiap layanan medis yang kalian berikan nanti!(afm)
Wagub Sani Buka Rakor Progam Dispora se Provinsi Jambi, Ini Pesannya
Kemenhaj Kota Jambi : Polemik Jemaah Cadangan Murni Miskomunikasi
Rakor Kepemudaan dan Olahraga : Dispora Evaluasi Kinerja hingga Integrasi Kebijakan
Inovasi Mahasiswa KKN UBR Posko 10 Lindungi Lansia Desa Sipin Teluk Duren dari Bahaya Risiko Jatuh
Cegah Penyakit Tidak Menular, Mahasiswa KKN UBR Gelar 'Gemas PTM' di Desa Sipin Teluk Duren
GENTAS TBC: Langkah Nyata Mahasiswa KKN UBR Jambi Wujudkan Desa Sumber Jaya Bebas Tuberkulosis




Wagub Sani Buka Rakor Progam Dispora se Provinsi Jambi, Ini Pesannya

