JAMBERITA.COM - Tingginya permintaan masyarakat akan minyak goreng kemasan bersubsidi merek Minyakkita berdampak pada kelangkaan di pasaran.
Berdasarkan hasil rapat bersama Mendagri beberapa waktu, disinggung terkait minyak goreng bersubsidi ini langkah dan tidak sampai ke pelosok. Menindaklanjuti hal tersebut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan ( Disperindag) Kemas Muhammad Fuad berencana akan turun ke mengecek langsung dilapangan.
Menurut Kemas Muhammad Fuad sebelumnya minyak goreng merek Minyakkita ini kurang diminati masyarakat namun karena dilihat dari harga yang relatif murah masyarakat banyak berahli sehingga tingginya permintaan memicu produksi Minyakita tidak tercukupi.
“Minyakita ini bukan belum sampai ke pelosok, tapi karena harganya murah jadi masyarakat mulai membiasakan diri untuk membelinya," katanya, Jum'at (10/02/23).
Kemas menepis adanya kabar bahwa minyak goreng Minyakkita tidak sampai ke pelosok. "Jadi karena produksi kita terbatas, permintaan tinggi sehingga minyakkita ini mudah cepat habis dipasaran bukan tidak sampai," jelasnya.
Menurut Kemas guna memenuhi permintaan masyarakat tehadap minyak goreng, Bulog diharapkan bisa lebih banyak memproduksinya. “Artinya perlu penambahan kuota karena banyak permintaan," pungkasnya. (Tna)
Kunjungan Daerah Pemilihan, SAH Bagi Sembako Untuk Masyarakat
Jum'at Curhat : Nelayan Keluhkan Banyak Sampah di Sungai Batanghari ke Polda Jambi
SAH Tegaskan Gerindra Akan Menghadirkan Pejuang Politik Yang Ikhlas Melayani Umat
Tim Pokja Latbang Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi Lanjut Melatih Fasilitator TPK di 11 Kabupaten
Semakin Fashionable dan Stylish, Intip Tampilan Baru Yamaha Fazzio Hybrid-Connected
Atasi Polemik Sampah, Pemkot Jambi Setop Sementara Pembongkaran TPS dan Siapkan Subsidi Silang

