JAMBERITA.COM - Pengurus DPD PDI Perjuangan Provinsi Jambi motivasi penyandang Disabilitas Jambi lewat nonton bareng (Nobar) Film Tegar di Bioskop Mall Lippo Plaza, Rabu (28/12/202
Dimana dalam film berdurasi satu setengah jam tersebut, mengisahkan tentang seorang anak laki-laki yang dibatasi oleh orang tuanya untuk tidak keluar rumah, bahkan sejak kecil sampai dengan usia 10 tahun hanya tinggal di dalam rumah.
Tegar merasa hidup tidak sendiri, di saat sang Kakek masih ada. Namun dalam film itu, sang Kakek mendahului (meninggal dunia-red) sehingga Ia harus tinggal bersama Baby Sister yang di sebut Tante Esy dengan logat bahasa Papua.
Malangnya si Tegar, Tante Esy malah pergi meninggalkan Tegar tanpa pesan di rumah yang megah itu sendirian, sehingga Ia harus berjuang makan minum dan mandi sendiri dengan keadaan keterbatasannya itu.
Selanjutnya dalam alur film tersebut tiba saat nya sosok Tegar mulai merasa bosan dan nekat keluar rumah, karena Ia ingin seperti anak anak lain pada umumnya bahkan ingin ber sekolah.
Dalam perjalanannya, si Tegar keluar dari rumah dengan menyisir perkotaan, suatu ketika Ia melihat seorang laki-laki dewasa dengan kondisi yang sama dengannya. Karena melihat kondisi tersebut.Tegar pun duduk dalam keadaan takut, lalu Ia didekati oleh seorang Mamang Uhe yang ber peran sebagai Tukang Parkir.
Disana Tegar bertanya, kenapa kondisi tubuh laki laki (Om Akbar) yang baru saja Ia lihat itu tidak lengkap layaknya orang dewasa lainnya. Lalu, si Mamang Uhe menjawab bahwa Ia sejak lahir sudah seperti itu, sama hal nya dengan kondisi Tegar. Sontak si Tegar sedikit tertegun lalu berpamitan kepada Mang Uhe.
Sembari berjalan meninggalkan Mang Uhe, sekalipun di panggil Tegar tidak menghiraukannya.
Seketika anak usia 10 tahun dengan berkebutuhan khusus itu, merasa lelah dan mencoba beristirahat dibawah kolong jembatan. Belum lama Ia disana datang sosok laki-laki yang berewokan mengajak Tagar pergi, meski Tegar dalam keadaan takut, sosok laki-laki itu tetap mengendong Tegar.
Ternyata Sosok Laki-laki brewokan itu adalah Mamang Uhe dengan sengaja membuntuti Tegar dan membawa Tegar tinggal di tempat tinggal Om Akbar. Dirumah yang sederhana itu, Tegar bercerita tentang kondisi apa yang dialami dan bercerita ingin sekolah.
Akbar juga bersama Tegar mendatangi sekolah untuk menyekolahkan Tegar. Disamping Akbar punya anak satu di rumah tetapi Ia merasa sama apa yang dirasakan oleh Tegar, Akbar merasa bertanggungjawab untuk menjaga Tegar.
Singkat Cerita, Tante Esy kembali datang ke Rumah Tegar, tetapi sudah tidak ada lagi orang di rumah, sehingga Ia pun merasa khawatir sampai dengan memberitahu kepada Sang Ibu Tegar, bahwa Tegar tidak ada di rumah.
Merekapun bergegas mencari yang pada akhirnya menemukan dimana keberadaan Tegar. Dimana dalam alur film tersebut, tampak diceritakan dengan suka duka, sedih, amarah bahkan penyesalan dari Sang Ibu.
Akhirnya sang Ibu memutuskan agar Tegar ber sekolah, yang selama ini Ia berfikir takut kalau anaknya itu menjadi cemoohan oleh orang orang diluar sana. Namun tidak sama pemikiran dari si Tegar yang siap mandiri, ingin maju berpendidikan bahkan memiliki karya yang luar biasa.
Setelah selesai film tersebut, secara Nyata, si Tegar dengan nama Asli Muhammad Aldifi Tegarajasa hadir bersama masyarakat Provinsi Jambi, bahkan juga didampingi oleh kedua orang tua kandungnya.
Ayah Tegar, Shandi menyampaikan bahwa awalnya, mereka merasa memiliki anak yang berkebutuhan khusus seperti Tegar bukan lah hal yang muda."Tapi kami percaya kepada Tegar bisa menjalani hari harinya sebagaimana anak lainnya, jadi dia butuh kita percaya, dan beri kesempatan kepada dia, jangan ditelantarkan," tuturnya dengan singkat dihadapan para pengunjung Bioskop.
Wakil Ketua Bidang Politik DPD PDI-P Provinsi Jambi Ratu Munawaroh mengatakan, bahwa mereka juga hadir bersama pengurus PDI-P dalam menyaksikan Film Tegar, bahkan mereka juga mendatangkan teman teman Disabilitas Jambi untuk nonton bersama.
"Ini sebagai bukti keseriusan kita bahwa kita tidak hanya bicara tetapi kita juga berbuat. Misalnya telah lahir Perda Disabilitas itu yang mendorong dari kita teman teman PDIP. Kemudian juga upaya yang lainnya, kita mengusahakan bagaimana 2024 ada teman teman yang duduk di kursi legislatif," paparnya.
Kemudian juga kata Ratu, hadir pula dalam kegiatan Nobar itu, selain rombongan pengurus PDI-P juga ada sosok pengusaha Jambi Jokas yang akan memperkerjakan teman teman Disabilitas sesuai dengan kemampuan masing-masing.
"Jadi ini sebetulnya sebuah dorongan kuat nyata dari kita bahwa kita berpihak kepada teman teman kita selama ini yang seolah olah menjadi masyarakat kelas kedua," tutur Ratu Munawaroh yang pernah menjadi Ketua Yayasan Sekolah Luar Biasa Soedewi itu.
Padahal kata Ratu, sesungguhnya mereka mempunyai hak yang sama, kewajiban yang sama. "Disini kita ingin mendeklarasikan bahwa partai kita sebagai mana ibu ketua umum juga yang sangat memperhatikan teman teman Disabilitas itu juga yang kita lakukan," jelasnya.
Ratu juga menceritakan, selama Ia menjadi Ketua Yayasan. Disitu pula Ia melihat orang orang hebat seperti tegar ini, betapa mereka banyak kelebihan yang orang lain belum tentu punya."Lewat film ini betul betul, Kalau saya melihat tadi, dalam hati saya bertanya mungkin kalau kita, kita tidak bisa seperti Tegar ini," tutur Istri dari Mantan Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin (ZN) tersebut sembari menyapa Tegar.(afm)
Kakanwil Kemenkum Jambi Lantik Analis Hukum hingga Anggota PAW Majelis Pengawas Notaris
Pelantikan DPC HKTI se-Provinsi Jambi Sukses Digelar, SAH Sukses Konsolidasi Petani Daerah
Wabup Katamso Hadiri Pelantikan DPD HKTI, Wamentan Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan
Ketua Pemuda Muhammadiyah Maju DPD RI, Heri Kusnadi: Sudah Dapat Restu 'Ayahanda'


Hesti Perkuat Keperdulian Sosial Via Pojok Berkah TP PKK Provinsi Jambi



