JAMBERITA.COM - Meski Indeks Kerawanan Pemilu dan Pemilihan (IKP) yang dirilis Bawaslu RI menempatkan Provinsi Jambi dalam kategori rawan rendah, rupanya ada kategori khusus yang membuat Jambi masuk kategori rawan tinggi.
Hal itu adalah dari dimensi sosial politik. Ini dibenarkan oleh Pimpinan Bawaslu Provinsi Jambi, Fahrul Rozi, Senin (19/12/2022).
"Secara keseluruhan memang IKP kita rendah. Namun, untuk kategori dimensi sosial politik, Jambi masuk dalam rawan tinggi," kata pria yang akrab disapa Paul ini.
Ia menyebutkan, Jambi menjadi peringkat 4 nasional rawan tinggi untuk kategori tersebut. Dimensi sosial itu meliputi keamanan, otoritas penyelenggara pemilu, dan otoritas penyelenggara negara.
"Makanya untuk pelaksanaan pemilu dan pemilihan serentak nanti, dimensi ini akan jadi catatan penting," tandasnya.
Untuk diketahui, IKP ini merupakan hasil dari pelaksanaan pemilu 2019 dan pilkada serentak 2020. Jika merujuk dengan rawan tinggi yang didapat, hal itu memang wajar masuk.
Berdasarkan catatan media ini, selama pelaksanaan itu, ada kejadian pembakaran kotak suara pada pemilu 2019. Pada pilkada serentak juga soal kampanye yang tak patuhi protokol kesehatan. Netralitas ASN juga jadi catatan tinggi serta penyelenggara pemilu yang banyak berurusan dengan DKPP karena soal etik. (am)
Malam Final Piala Dunia, PDI-P Provinsi Jambi Gelar Nobar hingga Siapkan Doorprize
PDI-P Terima Penghargaan di Malam Penganugerahan Keterbukaan Informasi, Ratu : Alhamdulillah
Pemilu 2024 Diikuti 17 Partai, Partai Ummat Dinyatakan Tak Lolos
Uji Publik Dapil DPRD Kota Jambi: Dapil Baru Menarik, Cenderung Minta Dapil Lama
HAR Sampaikan Belasungkawa Atas Wafatnya Ibunda Gubernur Jambi
Pangkas Birokrasi, RSUD Raden Mattaher Siapkan Layanan Uronefro Terpadu Pasien Gagal Ginjal



