JAMBERITA.COM - Fakultas Pertanian Universitas Jambi melakukan kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) salah satunya adalah Program Inovasi Desa (Pro-Ide). Dengan adanya program ini lahirlahlah Tim Pro-Ide Setiris yang turut berpartisipasi dengan tema Implementasi Smart Agriculture Pada Komoditi Padi Sawah di Desa Setiris Kecamatan Maro Sebo.
Berkolaborasi dengan Laboratorium Agribisnis, program ini berfokus pada salah satu kelompok tani yaitu Lepak Serapil di Desa Setiris. Kelompok tani ini mengusahakan padi sawah. Namun beberapa tahun terakhir, miris melihat kondisi hamparan sawah yang tak terpakai padahal potensi lahan sawah untuk dibudidayakan relatif luas. Persoalan inilah yang mendorong dan menggalakkan Mahasiswa Pro-Ide Setiris untuk mengangkatnya sebagai topik kegiatan MBKM.
Santi Marina, ketua PRO-IDE di Desa Setiris, mengatakan bahwa mereka bersama anggota kelompok tani Lepak Serapil, bersama-sama mempraktekkan budidaya padi sawah dengan menerapkan beberapa inovasi dengan melakukan beberapa kegiatan pelatihan pertanian cerdas seperti penangkaran pembuatan benih, pemanfaatan batang pisang dan keong mas sebagai pupuk organic cair, pembuatan pestisida nabati dari bauh bintaro dan tembakau.
“Kami sangat senang sekali dapat belajar bersama petani kelompok tani Lepak Serapil, sambil mengelola pertanian padi sawah yang cerdas,” ujarnya.
Kegiatan panen padi di Desa Setiris Kec. Maro Sebo Kab. Muaro Jambi dilaksanakan pada Sabtu, (16/10/2022), diikuti oleh seluruh mahasiswa tim Pro-Ide, Koordinator Pro-Ide, Kepala Laboratorium Agribisnis, Dosen Pendamping Pro-Ide, Ketua Jurusan Agribisnis, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Pertanian serta turut hadir Koordinator Humas dan Promosi Universitas Jambi. Kegiatan Pro-Ide di Desa Setiris diinisiasi dan dilaksanakan oleh Ormawa Mapala Caldera Fakultas Pertanian UNJA, dibawah bimbingan Ir. Elwamendri, M.Si, beranggotakan 15 mahasiwa Fakultas Pertanian dari berbagai prodi terkait dengan mata kuliah yang diampu.
Riri Oktari Ulma, selaku Team Work di Laboratorium Agribisnis mengatakan bahwa, program yang dilakukan oleh tim Pro-Ide Setiris diiniasi oleh laboratorium Agribisnis yang implementasinya tersaji dan kita kemas dalam bentuk kegiatan PRO-IDE Setiris. Muncul ide ini adalah bermula dari ketertarikan kami yang melihat permasalahan "lahan mangkrak" di sebagian wilayah Desa Setiris padahal terdapat potensi pengembangan budidaya padi sawah. Mangkraknya lahan sawah ini dikarenakan petani enggan memanfaatkan lahan dengan alasan lebih banyak biaya yang dikeluarkan sementara harga beras dipasar murah. Kami berupaya merontokkan pernyataan tersebut dengan "action" melalui kegiatan Pro-Ide ini dengan maksud petani tertarik untuk mengelola lahan tersebut.
Pro-Ide ini hadir untuk saling berbagi pengetahuan kepada masyarakat melalui Smart Agriculture, yaitu bagaimana minimisasi biaya produksi dan meningkatkan produktivitas. Hal pertama yang dilakukan adalah mensosialisasikan dan berbagi pengetahuan tentang pembuatan pupuk organik kepada masyakat yaitu Pupuk Organik Cair (POC) berbahan bongkol pisang dan keong mas, jadi keong yang biasanya sebagai hama justru bisa dimanfaatkan sebagai pupuk alami. Selain itu membuat Pestisida Nabati berbahan dasar buah bintaro dan tembakau.
Untuk mengusir hama tikus dilakukan dengan cara memagari padi dengan mulsa plastik dan alat ultrasonik berupa bunyi suara yang konon tikus merasa terganggu dengan bebunyian yang dihasilkan oleh alat tersebut agar tidak masuk ke area padi, dan teruntuk mencegah pemburuan hama burung dilakukan dengan cara memasang benang perak agar terlihat silau sehingga burung tidak menghinggapi tanaman padi.
Ir. Elwamendri, M.Si selaku pembimbing Pro Ide mengatakan dalam pelaksanaannya, kegiatan ini mulai dari pembersihan lahan sawah, penyemaian, penanaman, pemeliharaan (pemupukan dan pengendalian hama dan gulma) hingga panen yang dilakukan saat ini memakan waktu sekitar 3 bulan 10 hari. Kedepan gabah kering ini akan digiling dan menjadi beras, kami kemas dan dipasarkan.Besar harapan kami semoga masyarakat di Desa Setiris dan sekitarnya kembali bergairah bertani padi dengan mengelola lahan yang selama ini tidak produktif dan memanfaatkan berbagai potensi lokal, seperti bahan pupuk organik dan pestisida nabati, untuk meningkatkan produktivitas.
Sementara itu, Dr. Fuad Muchlis, S.P, M.Si. Wakil Dekan III Fakultas Pertanian menyatakan bahwa kegiatan Pro-Ide dimaksudkan untuk mendorong para aktivis mahasiswa untuk peduli dan memberi solusi terhadap berbagai permasalahan yang ada di masyarakat, terutama di Pedesaan.
“Mereka adalah pengurus dan aktivis Ormawa di kampus, yang selama ini aktif dan kreatif melaksanakan berbagai kegiatan untuk meningkatkan soft skill. Kita beri tantangan dan fasilitasi kepada mereka lewat Pro Ide. Inovasi dan gagasan-gagasan kreatif tersebut harus dibuktikan di lapangan. Alhamdulillah, kegiatan ini di respon positif dan memberi dampak yang baik bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)
Tips Berkendara Aman Saat Hadapi Kemacetan dari Honda Sinsen
SAH Unggah Foto Sang Jenderal, Ucapkan Selamat Ultah Ke-71 Prabowo Subianto
Alhamdulillah: Pedagang Pempek Keliling di Jambi yang Dilaporkan Hilang, Kini Ditemukan
Tim PPM Unja Latih UMKM di Olak Kemang Manfaatkan Digital Marketing Lewat Medsos


Bantah Klarifikasi DK, WJ Angkat Bicara : Ungkap Dua Kejadian Berbeda, di Waktu yang Sama

