Zona Nyaman Baru



Jumat, 09 September 2022 - 11:11:28 WIB



Oleh: Risna Arinda*

 

 

Sudah tidak heran kalau misalnya di setiap kampus mempunyai program pengabdian masyarakat karena itu sudah menjadi bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Bagi saya pengabdian masyarakat bukanlah hal baru. Dari awal saya menjadi mahasiswa baru pada tahun 2019 di jurusan Administrasi Publik FISIP, saya sudah diarahkan untuk melakukan pengabdian melalui program kerja himpunan mahasiswa. Namun, kali ini pengabdian masyarakat yang saya lakukan terasa berbeda, lebih istimewa, lebih berkesan, bahkan mengubah saya menjadi individu yang lebih berani. Inilah awalnya, keluar dari zona nyaman saya untuk mendapatkan zona nyaman baru yang lebih baik.

Perkenalkan saya Risna Arinda mahasiswa Kulian Kerja Nyata (KKN) yang ditempatkan di Nagari Pakandangan, sebuah Nagari di Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman. Jarak Nagari Pakandangan dengan Kota Padang tidak terlalu jauh hanya berkisar 1 jam 10 menit. Ditempatkan di lokasi KKN ini awalnya tidak saya sambut dengan antusias yang tinggi. Banyaknya kendala sebelum pelaksanaan KKN seperti jadwalnya yang terus di undur, ketidak jelasan informasi, dan bahkan ketakutan saya sendiri untuk bergaul dengan orang-orang baru membuat saya lebih memilih untuk bersifat pasif. Selain itu, Kabupaten Padang Pariaman bukanlah tempat yang asing bagi saya, setidaknya sudah dua kali saya melaksanakan pengabdian masyarakat di sana dan ini yang ketiga kalinya saya kembali lagi ke Kabupaten Padang Pariaman untuk program pengabdian masyarakat lagi.

Antusiasme yang kurang dalam menjalankan KKN perlahan mulai berubah ketika saya sudah berinteraksi dengan orang-orang baru yang sekarang mungkin sudah bisa saya sebut teman-teman atau keluarga baru. Mahasiswa dari berbagai jurusan yang memiliki kepribadian yang berbeda-beda membuat saya berusaha untuk berbaur dengan lingkungan baru.

Perubahan ini bermula dari minggu pertama KKN kami yang diisi dengan segala kesulitan. Beberapa kejadian yang tidak mengenakkan terjadi seperti ada teman yang terluka, kehilangan benda berharganya, tiga hari kesulitan untuk mandi atau mencari air karena posko kami yang bermasalah membuat saya merasakan pengalaman baru dimana kesulitan yang terjadi tidak saya alami sendirian, saya bersyukur ada teman-teman yang menemani saya. Di minggu pertama ini kami mulai menyusun program kerja yang kami sesuaikan dengan kebutuhan di Nagari Pakandangan. Dari sini saya paham bahwa Nagari Pakandangan mempunyai harapan lebih dengan kami untuk membuat program-program baru yang bermanfaat bagi masyarakat. Hal ini saya rasakan dari banyaknya tekanan dari berbagai pihak yang menginginkan kontribusi kami. Wali Nagari Pakandangan mengarahkan kami kearah tiga program pokok yang dibutuhkan Nagari Pakandangan yaitu kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan. Di sisi lain, Wali Korong tempat posko kami berada yaitu Korong Ringan-ringan mempunyai harapan agar program kami lebih diarahkan untuk memajukan salah satu Korong yang nantinya sebagai contoh bagi Korong lainnya untuk berkembang.

Ekspektasi yang tinggi dari berbagai pihak memberikan tekanan bagi kami mahasiswa KKN. Namun dengan tekanan ini saya akhirnya belajar bahwa tidak semua harapan dapat kami penuhi tapi kami masih punya pilihan untuk memilah mana yang kami sanggupi dan mana yang dapat kami selaraskan agar program kerja yang kami buat tetap bermanfaat baik untuk Korong maupun untuk Nagari Pakandangan secara keseluruhan.

Kenyamanan saya semakin bertambah ketika memasuki minggu kedua. Ketika itu program kerja yang kami susun sudah mulai dilaksanakan satu persatu. Saya pribadi menjalankan program pemberdayaan yang berfokus pada pemberdayaan perangkat pemerintah di Nagari Pakandangan. Sebuah langkah yang berani bagi saya untuk memberikan sosialisasi kepada perangkat nagari karena sasaran saya sudah memiliki pengalaman yang lebih banyak dibandingkan saya dalam menjalankan tugasnya sebagai pelayan masyarakat. Namun, dukungan dari teman-teman KKN, bantuan yang mereka berikan saat program kerja berjalan membuat saya kembali mendapatkan pelajaran baru bahwa semua tantangan yang ada di depan mata dapat saya hadapi dengan kerja keras dan kerja sama yang baik dari orang-orang baik di sekitar saya. Dari sini saya mulai berani untuk berperan aktif memberikan dukungan dan bantuan kepada teman-teman lain yang akan menjalankan program kerja kedepannya. Melihat mereka memberikan saya kepercayaan untuk memegang peranan penting seperti menjadi penanggung jawab program kerja dan menjadi moderator untuk memandu program kerja lain membuat saya sadar bahwa saya diterima dengan baik dalam lingkungan baru ini.

Salah satu program kerja yang berkesan bagi saya adalah melakukan kunjungan ke Sekolah Luar Biasa (SLB) Nurul Hasanah. Di sana saya mendapat pengalaman baru dengan berinteraksi dengan anak-anak luar biasa dan guru-guru hebat yang mengajar. Melalui kunjungan ini saya sadar bahwa dibalik kekurangan yang dimiliki anak-anak yang bersekolah di SLB terdapat keistimewaan dan semangat belajar yang patut di contoh oleh anak-anak lain di luar sana. Disamping itu, yang paling penting di minggu kedua ini semua program yang kami jalankan dapat dikatakan berjalan dengan baik.

Sampai di minggu ketiga, pelaksanaan program kerja masih tetap dilanjutkan. Di minggu ini kami semakin banyak berinteraksi dengan masyarakat seperti kelompok petani, peternak, PKK, dan masyarakat pada umumnya. Interaksi kami dengan masyarakat yang semakin banyak memberikan banyak pandangan baru. Teori-teori yang saya pelajari di kampus ternyata tidak semuanya dapat saya terapkan di masyarakat terutama kaitannya dengan hal bersosialisasi dengan masyarakat. Melalui interaksi ini saya tahu bahwa dalam satu nagari memiliki keberagaman sikap dan perilaku tiap kelompok masyarakat.

Seperti yang diketahui, Nagari Pakandangan terbagi atas lima Korong yaitu Korong Ringan-ringan, Pasar Pakandangan, Kampung Paneh, Sarang Gagak, dan Tanjung Aur. Setiap Korong memiliki ciri khas tersendiri, hal ini membuat kami harus menyesuaikan perilaku sesuai dengan Korong yang kami datangi. Menjadi tantangan tersendiri bagi saya dan teman-teman untuk berbaur dengan setiap Korong, namun setiap Korong menerima kami dengan baik. Interaksi kami dengan kelompok petani juga terjalin akrab karena program kerja kami yang sasarannya adalah petani dan peternak membuat kami banyak berinteraksi dengan mereka terutama Kelompok Wanita Tani (KWT) Nagari Pakandangan.

Di minggu keempat kenyamanan yang saya rasakan semakin nyata. Rutinitas yang saya alami bersama teman-teman KKN di lingkungan Nagari Pakandangan khususnya Korong Ringan-ringan membuat saya merasa seperti di kampung sendiri. Pada minggu ini semua program kerja yang kami rencanakan sudah dilaksanakan sehingga kami lebih fokus untuk melakukan pendekatan yang lebih intens dengan masyarakat melalui program-program kerja sama dengan masyarakat.

Kegiatan pendekatan pada masyarakat dilakukan melalui pendataan rumah di Korong Ringan-ringan yang merupakan kerja sama dengan Wali Korong Ringan-ringan, mahasiswa KKN Universitas Taman Siswa, dan pemuda Korong Ringan-ringan. Kegiatan pendataan ini benar-benar kami manfaatkan dengan baik untuk berkomunikasi dengan masyarakat di Korong Ringan-ringan. Dampak yang saya rasakan kami menjadi lebih dekat dan banyak dibantu oleh masyarakat. Hal ini selalu mengingatkan saya dengan sikap ramah masyarakat setiap kami melakukan pendataan dari rumah ke rumah. Banyak dari mereka yang menawari kami buah yang mereka tanam, mempersilahkan kami makan, minum dan beristirahat di rumahnya.

Kegiatan pendekatan lainnya seperti mengikuti jalan sehat se-Kecamatan Enam Lingkung dimana lokasi pusatnya berada di Korong Sarang Gagak, menjadi panitia kegiatan 17 Agustusan di Korong Tanjung Aur, menjadi peserta lomba 17 Agustusan di Korong Kampung Paneh, dan menghadiri pentas seni yang dilakukan di Korong Pasar Pakandangan. Dalam kegiatan-kegiatan ini saya merasakan antusiasme masyarakat untuk memeriahkan hari kemerdekaan. Selain itu, kami juga melakukan program dalam bentuk pembangunan fisik dengan mendirikan gapura untuk Kelompok Wanita Tani (KWT) dan memperbaiki taman di simpang Sekolah Luar Biasa (SLB) Nurul Hasanah. Keputusan kami untuk melakukan pembangunan fisik di Nagari Pakandangan merupakan inisiatif untuk memberikan kenang-kenangan yang dapat dilihat dalam waktu yang lama bagi masyarakat di Nagari Pakandangan. Proses pembuatan gapura KWT dan taman simpang SLB dilakukan dengan senang hati. Ada kesenangan tersendiri bagi kami saat membuat gapura KWT sambil menunggu durian jatuh di sekitar lokasi KWT sehingga lelah kami dapat terbayarkan dengan memakan durian bersama-sama di posko.

Lebih kurang 32 hari bersama dengan teman-teman KKN membuat saya menemukan zona nyaman baru. Banyak perubahan yang saya rasakan dari minggu ke minggu. Rutinitas yang kami lakukan membuat saya merasa nyaman berada di lingkungan baru yang lebih produktif. Adanya pengabdian masyarakat kali ini terasa lebih berkesan bagi saya. Interaksi dengan masyarakat, rutinitas bersama teman-teman KKN, kerjasama untuk memenuhi harapan setiap orang, hingga melakukan program kerja menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi saya.

Pada hari-hari terakhir, kenyamanan yang saya rasakan semakin terasa. Berat rasanya untuk berpisah dengan keluarga baru dan kembali ke rutinitas lama sebagai mahasiswa. Dari yang awalnya tidak antusias untuk melakukan KKN menjadi tidak antusias untuk mengakhiri KKN. Saya harus kembali membiasakan diri sendirian di kamar kost tanpa jadwal piket posko, tanpa makan siang dan malam bersama, tanpa agenda program kerja, bahkan tanpa keributan kecil. Namun yang berbeda sekarang saya membawa kenangan baru yang membuat saya lebih berani untuk bertindak, berani untuk memulai, dan berani untuk bersosialisasi dengan banyak orang. Akhirnya, walaupun pengabdian kami berakhir di Nagari Pakandangan namun pertemanan kami masih berjalan.

 

 

Penulis adalah: Mahasiswi KKN-PPM Nagari Pakandangan Universitas Andalas*



Artikel Rekomendasi