Pengendalian Pencemaran Air Di Sungai Batanghari



Senin, 22 Agustus 2022 - 11:25:03 WIB



Oleh: Dany Poltak Marisi, S.T., M.Si*

 

 

Pencemaran air menjadi salah satu bentuk pencemaran lingkungan yang hingga kini masih terus terjadi. Kondisi ini bukan hanya terjadi di daerah perkotaan, namun juga di pedesaan yang merasakan kondisi air tercemar. Sungai Batanghari menjadi salah satu sungai yang tercemar. Banyak faktor yang mempengaruhinya, salah satunya masyarakat yang rendah akan kebersihan perairan. Bagaimana cara menanggulanginya? Yuk simak!

Sungai Batanghari

Sungai Batanghari terletak di Provinsi Jambi dan Provinsi Sumatera Barat. Sungai yang memiliki panjang 800 km ini adalah sungai terpanjang di pulau Sumatera. Sungai Batanghari merupakan sungai yang aliran hulu sampai ke muaranya banyak menyimpan banyak sejarah yang berkaitan dengan peradaban melayu. Sejarah mencatat bahwa sejak abad ke-7 hilir sungai Batanghari sudah menjadi titik perdagangan bagi beberapa kerajaan yang pernah muncul di Sumatera seperti Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Dharmasraya. Aliran sungai Batanghari melewati beberapa kawasan Sumatera Barat dan Provinsi Jambi, seperti Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten  Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Bungo, Kabupaten Batanghari, Kabupaten Tebo, Kota Jambi, Kabupaten Muaro Jambi dan juga Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

 Pencemaran Air Sungai

Pencemaran sungai merupakan bentuk pencemaran air yang membuat sungai menjadi terkontaminasi dan kehilangan fungsi. Pencemaran ini bisa terjadi karena kurangnya rasa tanggung jawab dari manusia sekitar sungai yang membuang limbah ke aliran sungai, yang mengakibatkan kondisi kualitas air sungai mengalami penurunan. Air sungai yang tercemar bisa membawa dampak yang sangat buruk bagi lingkungan sekitarnya, salah satunya bisa terjadi banjir.

 Penyebab Pencemaran Sungai Batanghari

Sungai Batanghari merupakan salah satu sumber kehidupan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar daerah aliran sungai Batanghari. Dari zaman dahulu sungai ini banyak di manfaatkan untuk memasak, mandi dan masih banyak yang lainnya. Berbeda dengan saat ini dimana sungai Batanghari sudah tercemar oleh limbah cair. Selain limbah cair yang berasal dari limbah domestik maupun limbah rumah tangga yang di buang ke sungai, pencemaran sungai Batanghari bertambah parah akibat penangkapan ikan menggunakan bahan kimia.

Awal mula pencemaran sungai Batanghari terjadi sekitar tahun 2017, di Desa  Teluk Rendah, Kecamatan Tebo ilir. Penduduk di sana mengalami gatal-gatal terutama anak-anak. Penduduk yang ada mengalami gatal-gatal yang cukup parah sebab disertai nanah. Menurut salah satu karyawan swasta yang ada di daerah tersebut mengatakan bahwa gatal-gatal yang dialami penduduk diduga akibat dari pencemaran sungai Batanghari. Korban yang terkena cukup banyak, dari mulai orang tua sampai ke anak-anak .

Kepala Desa Teluk Rendah membenarkan bahwa warganya banyak terkena gatal-gatal karena pencemaran sungai Batanghari. Air sungai yang sudah tercemar apabila dikonsumsi bisa menyebabkan penyakit organ tubuh, dan apabila digunakan untuk mandi tentunya akan menyebabkan gatal-gatal atau penyakit kulit lainnya. Pencemaran sungai Batanghari harus menjadi perhatian bagi seluruh masyarakat Indonesia agar sadar dalam menjaga lingkungan agar tetap bersih.

 

Solusi Pencemaran Air Dengan Sistem Permodelan Dinamik

Tentu saja perairan yang tercemar dapat berdampak buruk bagi kehidupan masyarakat luas serta lingkungan perairan sekitar. Nah tentu saja untuk pengendalian pencemaran air di Sungai Batanghari dapat dilakukan dengan pendekatan sistem pemecahan masalah yang dipertimbangkan dengan identifikasi kebutuhan. Dengan sistem ini diharapkan dapat menghasilkan suatu sistem operasional yang cukup efisien. Nah tapi sebelum itu cari tau dulu yuk tentang sistem permodelan dinamik!

Sistem Permodelan Dinamik merupakan sebuah sistem yang menguraikan perilaku dari berbagai tindakan dalam sebuah sistem terbuka (Open-loop) atau respon alamiah maupun sistem umpan balik (Closed-loop) atau respon sistem terkontrol. Lalu mengapa harus menggunakan sistem Permodelan dinamik? Tentu saja karena pencemaran air sungai bersifat kompleks serta dinamik karena unsur-unsur yang berada di dalamnya bertransformasi cukup panjang dan zat yang masuk kedalam sungai cukup bervariasi dari waktu ke waktu maupun kuantitasnya. Maka dari itu sebaiknya dalam pengendalian pencemaran air pada Sungai Batanghari menggunakan Sistem Permodelan Dinamik.

Permodelan pengendalian pencemaran pada Sungai Batanghari ini dapat didasari dengan beban limbah cair dan karakteristik bahan kimia yang mencemari sungai serta faktor-faktor yang mempengaruhi pencapaian sistem. Analisis sistem ini harus lah melibatkan beberapa pelaku, seperti PDAM Kota, Balai Wilayah Sungai Kementerian PUPR, Badan Lingkungan Hidup Daerah, Industri, serta Masyarakat sekitar. Kunci Kesuksesan dari suatu sistem tentu saja jika semua pelaku memperoleh manfaat dari sistem yang akan dibangun.

Perancangan model dilakukan untuk membantu perencanaan strategi pengendalian pencemaran air di Sungai Batanghari. Sistem Permodelan Dinamik dapat dibangun dengan tiga sub-model yang terdiri dari:

  1. Submodel Lingkungan

Permodelan ini untuk mengetahui pengaruh dari variabel-variabel lingkungan, seperti permasalahan limbah dan pencemaran air di Sungai Batanghari terhadap sistem.

  1. Submodel Ekonomi

Permodelan ini untuk mengetahui pengaruh dari variabel-variabel ekonomi, seperti tingkat pendapatan serta pertumbuhan ekonomi.

  1. Submodel sosial

Permodelan sistem ini untuk mengetahui variabel-variabel sosial, seperti jumlah populasi makhluk hidup sekitar, serta partisipasi masyarakat terhadap sistem yang berkelanjutan.

Nah itu dia sistem Pengendalian Pencemaran air di Sungai Batanghari yang dapat digunakan. Pencemaran sungai Batanghari harus menjadi perhatian bagi seluruh masyarakat agar sadar dalam menjaga lingkungan agar tetap bersih.(*)

 

 

Penulis adalah: Mahasiswa Program Doktoral Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan IPB University.



Artikel Rekomendasi