Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Takjub Alam Jangkat Sebut Seperti di Eropa



Jumat, 24 Juni 2022 - 19:26:50 WIB



Foto : Nuansa Alam di Jangkat, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi/Riky Serampas.
Foto : Nuansa Alam di Jangkat, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi/Riky Serampas.

JAMBERITA.COM - Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi RI yang diwakili oleh Direktur Perfilman, Musik dan Media Ahmad Mahendra menghadiri festival Jangkat, Jum'at (24/06/2022).

Ahmad mengaku takjub dengan alam Jangkat. Dia mengatakan kesejukan udara di Jangkat seperti di Swiss."Saya baru pertama kali datang ke sini, ternyata alam Jangkat seperti Swiss. Udaranya dan situasinya persis seperti di Eropa. Sudah lebih dari 80 persen negara di Eropa yang  saya kunjungi," tuturnya.

Udara di Jangkat lanjutnya, udara paling ideal di Indonesia. Menurutnya udara Jangkat adalah udara yang paling disenangi banyak orang, karena suhunya 13-14 derajat selsius saat pagi hari dan 18 sampai 21 derajat sencius saat siang hari.

"Pertahankan terus keasrian Jangkat ini. Jadikan Festival Jangkat ini sebagai agenda nasional, sehingga akan semakin banyak orang mengenal Jangkat. Indentitas atau karakter, ketahanan budaya, diplomasi budaya dan kesejahteraan masyarakat, semua ada disini," ujarnya.

Festival Jangkat 2022 selain menggelar Bakar Jaudah Massal yang berhasil meraih rekor Museum Rekor Indonesia (MURI), juga menyajikan berbagai budaya kuliner kearifan lokal, kerajinan tangan warga dan seni pertunjukan dengan menampilkan tari-tarian lokal Jangkat.

Wakil Gubernur (Wagub) Jambi, Abdullah Sani membuka secara langsung Festival Jangkat 2022 ini. Abdullah Sani juga mengakui keindahan alam Jangkat.

"Jangkat dikaruniai alam yang indah dan bumi yang subur untuk kemakmuran masyarakat. Lestarikan terus alam Jangkat ini, karena akan banyak orang datang tertarik menikmati alam Jangkat yang segar ini,"ujarnya.

Menurut Sani, kaya akan budaya yang bisa diandalkan, sehingga menjadi daya tarik wisatawan. Alamnya yang asri, membuat kelompok pengelola hutan adat di Desa Rantau Kermas meraih Kalpataru penyelamat lingkungan pada 2019.

"Masyarakatnya kompak dan rukun damai. Mari terus lestarikan lingkungan kita, lestarikan adat istiadat dan budaya kearifan lokal kita. Jangkat ini segumpal tanah dari surga," terangnya.(afm)





Artikel Rekomendasi