JAMBERITA.COM - Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 7 Juni 2022 PT. Bukit Kausar yang mengelilingi empat Desa di Kecamatan Rendah Mendaluh, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) Provinsi Jambi Merger (bergabung) ke PTPN VI Jambi.
Sekretaris Perusahaan (Sekper) PTPN VI Jambi Achmedi Akbar mengatakan bergabung nya anak perusahaan Bukit Kausar diharapkan dapat semakin meningkatkan produktivitas juga lebih memudahkan dalam hal pengawasan.
"Selain meningkatkan produktivitas, memudahkan dalam pengawasan. Intinya kita berharap perusahaan ini semakin sehat," ujarnya dalam presentasi di Kawasan Bukit Kausar, Senin (19/6/2022).
Dilokasi perkebunan, pihak PT Bukit Kausar juga memperlihatkan kualitas dari sawit yang berisi rapat, sekaligus menjelaskan kondisi tanah di salah satu areal perkebunan. Mereka juga menjelaskan menggunakan pupuk alami dari tandan kosong yang dilebur untuk kesuburan tanah.
"Ada beberapa sifat, pertama sifat kimia tanah itu biasanya bisa menggunakan pupuk organik, nah sifat biologis tanah bisa disempurnakan dari tangkos disebar ke lahan sawit yang nanti akan menjadi cacing dan sifat fisik tanah dibagusin," ujarnya.
Achmedi mengatakan, metode ini sangat potensial, terlebih dalam meningkatkan produktivitas. "Sangat potensi sekali, juga kedepan untuk fokus meningkatkan produktivitas diatas 25 ton, sehingga bisa menderek tanaman tanaman yang lama," harapnya.
Sebelumnya, Direktur PT. Bukit Kausar Andy Fauzi Siregar menyampaikan Bukit Kausar merupakan anak perusahaan tertua dari PTPN VI berdiri sejak 2000 silam dengan kepemilikan saham PTPN VI 99 persen, 47.600 lembar saham atau kopkar PTPN VI 1 persen atau 480 lembar saham.
"Lokasi Bukit Kausar, kebun mengelilingi beberapa desa terdiri dari Desa Rantau Benar, Pulau Pauh, Sungai Rotan, Lubuk Kambing," ujarnya.
Bukit Kausar memiliki jumlah tenaga kerja sebanyak 508 orang, terdiri dari Komisaris 1, Sekretaris komisaris - orang, Direktur 1 orang, Karyawan Pimpinan 15 orang, Karyawan Pelaksana 175 orang, KNG 105 orang, CKNG 20 orang, PKWT Supporting 67 orang, PKWT Produksi 37 orang, PKWT muat 10 orang, calon PKWT produksi 73 orang, calon PKWT muat 4 orang.
"Bukit Kausar, perkebunan kelapa sawit, areal TM 4.833,63 Ha, TM non produktif 89,81 H, areal tanaman cadangan 81,48 Ha, luas areal TBM 0,00 ha, luas areal tertanam 5.000,92 Ha. PT Bukit Kausar adalah anak tertua PTPN VI diakusisi pada tahun 2000, Struktur manajemen saat ini adalah, komisaris Ir Supratman Susilo," paparnya.
Bukit Kausar merupakan kebun sawit dengan areal terluas di PTPN VI yakni 5.004,92 Ha terdiri dari Areal TM seluas 4.833,63 Ha, TM non Produktif seluas 89,81 Ha Areal tanaman cadangan 81,48 Ha. Bukit kausar menghasilkan produktivitas tertingginya dalam sejarah pada tahun 2021 yaitu sebanyak 14,3 ton TBS/Ha.
"Bukit Kausar mencetak laba tertinggi pada 2021 Rp 39 Miliar dan memberikan kontribusi laba sebesar Rp13,96 persen dari total laba konsol PTPN VI. Selain itu PT. Bukit Kausar satu satunya perusahaan perkebunan di lingkup holding perkebunan Nusantara yang sejak juli 2021 tidak memiliki hutang perbankan," tuturnya.
Andy menjelaskan, selama masa rehabilitasi areal PT Bukit Kausar 2020-2021 manajemen telah membuka areal baru seluas 1.200 Ha, jalan baru 60 KM sejauh jarak (Jambi-Bulian). Jembatan plat gelombang 23 unit, gorong gorong beton 87 unit, rumah 88 pintu, kantor AFD sebanyak 16 unit.
"Dan Alhamdulillah kini sudah ada jaringan PLN sebanyak 366 sambungan yang teraliri, juga kini TMT 7 Juni 2022 PT. Bukit Kausar merger ke PTPN VI," ujarnya.(afm)
SKK Migas Sumbagsel Sebut Media Field Trip 2026 Sebagai Investasi Strategis Edukasi Publik
Gubernur Al Haris Jadi Responden SE2026, Ajak Masyarakat Jambi Berikan Data Akurat
Sulap Lahan Sempit Jadi Cuan, Bioflok Pertamina EP Jambi Sukses Dongkrak Ekonomi Warga
BREAKING NEWS : Ditjen Minerba Hentikan Semua Kegiatan 8 Tambang Batubara di Jambi
Fasha Pastikan Hewan Kurban yang akan Dipotong dalam Kondisi Sehat
Danrem 042/Gapu Hadiri Pemusnahan Barang Milik Negara Hasil Penindakan Kepabeanan dan Cukai

