JAMBERITA.COM- Cerdas dan berkelas, peringatan yang disampaikan Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM Anggota Komisi IX DPR RI terhadap penambahan beberapa Direktur atau Eselon II di beberapa Direktorat Jenderal Kementerian Kesehatan
Dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR dengan Menteri Kesehatan (22/3/22) kemarin, Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI ini mengatakan penambahan eselon II tidak bisa langsung diartikan sebagai prioritas dalam bidang tertentu. Bahkan hal itu menurutnya bertolak belakang dengan arahan presiden untuk mewujudkan birokrasi yang simpel dan efisien. Bahkan hal ini akan menambah rantai birokrasi dalam melayani masyarakat. Membuat anggaran tidak fokus dalam pengentasan masalah kesehatan.
"Saya melihat dalam situasi bangsa kita masih membutuhkan anggaran Pandemi, penambahan eselon II di Kemenkes tak bisa diartikan bagian dari usaha meningkatkan prioritas, bahkan ini bertolak belakang akan arahan presiden akan birokrasi yang kecil dan efisien, " ungkap Doktor Ekonomi yang disertasinya fokus masalah organization science tersebut.
Sehingga dalam hal ini SAH yang dikenal luas sebagai Bapak Beasiswa Jambi ini mengingatkan perubahan nomenklatur ini bisa mempengaruhi target kinerja anggaran dan capaian Kemenkes yang telah ditetapkan pada penyusunan anggaran tahun 2021 lalu.
"Perubahan ini akan membuat struktur OPD Kesehatan di daerah akan berubah, dimana proses di daerah membutuhkan persetujuan Perda di DPRD, bagaimana koordinasi anggaran kemenkes selama nomenklatur di daerah belum mengikuti, ini tentu mempengaruhi kinerja secara nasional, " imbuhnya.
Sebelumnya Rapat Kerja Komisi IX dengan Kemenkes membahas perubahan struktur dan penataan organisasi serta tata kerja Kementerian Kesehatan dilaksanakan untuk menjawab kebutuhan untuk penajaman serta penguatan tugas dan fungsi Kementerian Kesehatan dan untuk melaksanakan ketentuan Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2021 tentang Kementerian Kesehatan.
Dengan organisasi baru, Kementerian Kesehatan diharapkan akan berfokus pada upaya promotif dan preventif. Khususnya transformasi pada layanan primer yang tujuannya adalah upaya untuk menciptakan orang yang sehat dengan menggerakan langkah-langkah preventif.
Upaya tersebut meliputi pemberian edukasi pada penduduk, melakukan pencegahan primer dan pencegahan sekunder dengan upaya gencar melaksanakan pemeriksaan Kesehatan, dan meningkatkan kapasitas serta kapabilitas layanan primer dengan mendekatkan layanan primer kepada masyarakat. (*/sm)
UBR Jambi 'Curi Start' Siapkan Generasi Emas, Gandeng MA Soleh Al Mubarok Lewat MoU
SAH Doakan Buruh Sejahtera di Peringatan Hari Buruh (May Day) 1 Mei 2026
SAH ingatkan Kewajiban Anggota DPRD Gerindra Provinsi dan Kab/Kota Sukseskan Program Presiden Prabow
Kapolda Jambi Cek Ketersediaan Minyak Goreng di Dua Perusahaan
Guru Honor Mengadu di Reses Ketua Fraksi Demokrat, Ahmad Fauzi Minta Disdik Provinsi Jambi Proktif


Bantah Klarifikasi DK, WJ Angkat Bicara : Ungkap Dua Kejadian Berbeda, di Waktu yang Sama

