JAMBERITA.COM- Menghadapi bulan puasa yang kurang dua minggu lagi, Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM menginginkan agar sejumlah harga bahan pangan pokok yang melonjak dapat dikendalikan guna tidak membuat kesulitan bagi masyarakat.
“Pemerintah perlu segera mengendalikan harga bahan pangan pokok jelang puasa April nanti. Beberapa bahan pangan pokok seperti minyak goreng, cabai, bawang dan telur ayam harganya sudah mulai tinggi melebihi bulan sebelumnya, ini perlu dikendalikan, agar masyarakat khususnya muslim nyaman dalam menjalankan ibadah Ramadhan," ungkap Ketua DPD HKTI Provinsi Jambi tersebut (20/3/22) kemarin.
Bahkan legislator yang dikenal sebagai Bapak Beasiswa Jambi ini mengemukakan, per 18 Maret 2022, harga minyak goreng di pasaran jauh melebihi harga eceran tertinggi (HET) yakni Rp 24.000/liter.
Selain itu, harga bahan pangan pokok yang melambung tinggi lainnya, cabai rawit merah, telur ayam ras, dan bawang merah.
SAH mengingatkan bahwa masyarakat berpenghasilan kecil akan sangat terdampak dengan kenaikan harga bahan kebutuhan pokok.
"Ibu-ibu rumah tangga sudah banyak mengeluh, harga cabai rawit merah di sejumlah daerah sudah ada yang mencapai Rp 140.000/kg. Ini sudah melebihi harga daging," ucapnya.
Dalam hal ini SAH berpendapat, agar permasalahan seperti ini tidak berulang, maka perlu penyelesaian yang komprehensif dan adanya sinergi kebijakan antarsektor baik dari sisi hulu maupun hilir, dari sektor produksi dan perdagangan, pungkasnya.(*/sm)
HKTI Jambi Gaungkan Gerakan Tani Makmur, SAH: Pilar Ketahanan Pangan & Energi Menuju Indonesia Emas
SAH Serukan Gerakan Sadaqah Tani Jadi Solusi Kesejahteraan dan Ketahanan Pangan di Jambi
SAH Apresiasi Kunjungan Presiden Prabowo ke Luar Negeri, Buka Peluang Ekonomi, Investasi dan Ekspor
Kapolda Jambi Hadir dan Berikan Materi di LK II HMI Cabang Jambi
Raih Suara Terbanyak dengan 114 suara, M Syahlan Samosir Terpilih Jadi Ketua DPC Peradi Jambi


Pasca Serangan Siber, Sekda Sudirman Resmi Ditetapkan Jadi Komisaris Bank 9 Jambi



