Kabid Agama FKPT Jambi Ajak Para Guru Ikut Lomba Video Pendek Moderasi Beragama



Rabu, 16 Maret 2022 - 18:12:10 WIB



H Abd Rahman SAg MPdI
H Abd Rahman SAg MPdI

JAMBERITA.COM- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bekerja sama dengan Forum Kordinasi Pecegahan Terorisme (FKPT) Jambi membuka Lomba Pembuatan Bahan Ajar Video Pendek Sosiodrama Moderasi Beragama. 

Lomba tersebut dibuka untuk para guru tingkatan PAUD, RA/TK, SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA dalam rangka menumbuh-kembangkan moderasi beragama di lingkungan sekolah.

Karena itu, FKPT Jambi mengajak para guru di Jambi untuk mengikuti kegiatan ini. Ini disampaikan Kabid Agama H Abd Rahman SAg MPdI di sela kegiatan TOT Moderasi Beragama yang diikuti guru di Hotel Aston, Rabu (17/3/2022).

Lomba sendiri dibuka untuk 34 provinsi, termasuk Provinsi Jambi. 

Perihal materi yang dilombakan nantinya, berupa video metode pembelajaran yang diterapkan kepada peserta didik di dalam kelas.

Adapun Video pembelajaran berisi tentang sosiodrama yang didalamnya memuat materi dan/atau pesan-pesan dalam rangka menumbuhkembangkan moderasi beragama seperti toleransi, saling menghargai, penguatan wawasan kebangsaan, 4 pilar kebangsaan. "Kami minta bapak ibu menyampaikan ke guru di sekolah masing-masing.

Saat ini sosialisasi terkait lomba ini juga sudah disampaikannya ke sejumlah sekolah di Jambi. "Nanti yang menang akan diundang BNPT. Hadiah totalnya puluhan juta," kata Rahman.

Ia mengatakan Video dapat dijadikan sebagai bahan ajar yang berisi tentang interaksi antar siswa dan dengan guru dalam suatucerita.

"Video sosiodrama dimaksud dapat dibuat berdasarkan materi ajar, baik tematik maupun matapelajaran. Materi lomba diupload di Youtube," akuinya.

Pengiriman Materi Lomba lanjutnya, pada bulan Maret – November tahun 2022. Selanjutnya seleksi hasil lomba pada bulan Oktober 2022.

"Seleksi di tingkat Provinsi dilakukan oleh Pengurus FKPT untuk menentukan 15 karya terbaik untuk dikirimkan mengikuti seleksi nasional. Akhir tahun tepatnya bulan Desember pengumuman secara nasional," ungkapnya.(*/sm)



Artikel Rekomendasi