Peduli Masyarakat, SAH Minta Vakinasi Bisster Dipercepat, Karena 65 % Pasien Kritisi Tak Divaksin



Rabu, 16 Februari 2022 - 08:32:34 WIB



JAMBERITA.COM - Anggota Komisi IX DPR RI Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM meminta pemerintah mempercepat proses vaksinasi booster kepada masyarakat. Penegasan ini disampaikan Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI ini bahwa puncak kasus Omicron di Indonesia sudah tercapai, yaitu 55 ribu kasus. Angka puncak kasus tersebut biasanya diikuti oleh puncak kematian yang mengekor 2 minggu setelahnya.

"Puncak kasus Omicron kami sudah dapatkan yaitu 55 ribu kasus, dengan kematian 111 kasus. Ini jauh sekali dibandingkan kasus Delta di 2021," ungkapnya.

Kasus Delta sendiri Kementerian Kesehatan mencatat puncak kasusnya terjadi pada 15 Juli 2021 dengan 56 ribu kasus, dan puncak kematiannya 2.069 kasus. "Polanya sama, setelah didapat puncak kasus, 2 minggu setelahnya didapat angka puncak kematian," terang Bapak Beasiswa Jambi itu (15/2/22) kemarin.

Dalam hal ini, SAH berkeyakinan bahwa di kejadian Omicron ini puncak kematian tidak akan melebihi yang terjadi di Delta.

"Saya cukup yakin, untuk sampai 500 kasus atau 1000 kasus itu tidak akan terjadi. Apalagi sampai ke angka 2.069 kasus seperti kejadian Delta," paparnya.

Menurut SAH, ada tiga kelompok yang sangat rentan, pertama lansia, kedua pasien komorbid, dan ketiga adalah mereka yang belum divaksinasi dosis lengkap atau booster.

"Kalau soal lansia, usia kami tidak bisa atur apa-apa. Komorbid juga tidak bisa disembuhkan dalam waktu dekat. Nah, kelompok yang belum divaksinasi yang harus difokuskan untuk tekan angka kasus rawat inap atau kematian ," tandasnya.(*/sm)





Artikel Rekomendasi