SAH Minta BPJS Kesehatan Berlari Kencang Tingkatkan Layanan Peserta



Senin, 10 Januari 2022 - 09:37:24 WIB



JAMBERITA.COM- Anggota Komisi IX DPR RI Dr. Ir. H. A. R. Sutan Adil Hendra, MM meminta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terus mendorong keberlanjutan dan kualitas layanan. Pengembangan layanan harus berorientasi kepada kepentingan peserta.

" Tahun 2021 lalu secara finansial, iuran sudah dinaikan, keuntungan bisa diraih, maka di 2022 manajemen harus segera tancap gas melakukan pembenahan, " ungkap anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI tersebut (8/1/21) saat mengakhiri masa liburan dan ziarah kubur ke Madina Sumut bersama keluarga dan orang - orang terdekatnya kemarin.

Tahun baru, BPJS harus segera berlari kencang untuk fokus mendorong keberlanjutan dan kualitas program jaminan kesehatan nasional (JKN). Aspek kepesertaan menjadi isu utama yang perlu menjadi perhatian pak Ali Ghufron Mukti, selaku Direktur Utama BPJS Kesehatan, dan jajarannya.

"Mengejar target kepesertaan menjadi pekerjaan rumah yang tidak mudah bagi direksi baru. Sekarang baru 82% penduduk yang menjadi peserta JKN, masih terdapat 17,9 % atau 48,6 juta penduduk yang belum menjadi peserta," ujar bapak beasiswa Jambi tersebut.

Apalagi menurut SAH pemerintah menargetkan 98 persen penduduk atau 279,9 juta orang dapat menjadi peserta BPJS Kesehatan pada 2024. Kondisi yang masih jauh dari target tiga tahun mendatang membuat jajaran direksi baru harus mampu memetakan pencapaian kepesertaan dengan baik.

Selain itu, SAH juga mengatakan DPR khususnya komisi IX menggaris bawahi isu kepatuhan membayar iuran sebagai tugas besar direksi. DJSN mencatat bahwa pada 2020, 24.5 juta orang atau 11 persen dari total peserta JKN adalah peserta tidak aktif. Padahal, pada 2019 jumlah pesera tidak aktif berada di angka 18.2 juta orang.

"Oleh karena itu, direksi harus membuat terobosan agar jumlah peserta yang tidak aktif tidak makin tinggi, apalagi di era Covid-19 sekarang. Direksi harus banyak berinovasi agar JKN menjadi program yang unggul," ujarnya.

Selain itu SAH mengatakan, salah satu inovasi yang dapat dipercepat adalah optimalisasi telemedicine atau layanan kesehatan secara digital. Layanan itu sangat ditunggu para peserta JKN di tengah pandemi Covid-19 yang diliputi kekhawatiran untuk mengakses fasilitas kesehatan.(*/sm)





Artikel Rekomendasi