Siswaskeudes, Permudah APIP di Inspektorat se Provinsi Jambi Lakukan Pengawasan Dana Desa



Rabu, 10 November 2021 - 21:05:33 WIB



Suasana Pelatihan Aplikasi Siswaskeudes di Inspektorat Daerah Provinsi Jambi, Rabu (10/11/2021).
Suasana Pelatihan Aplikasi Siswaskeudes di Inspektorat Daerah Provinsi Jambi, Rabu (10/11/2021).

JAMBERITA.COM - Workshop Pengawasan Atas Pengelolaan Keuangan Desa Dengan Menggunakan Aplikasi Siswaskeudes Inspektorat Daerah di Provinsi Jambi secara resmi ditutup oleh Inspektur Provinsi Jambi Ferdiansyah, Rabu (10/11/2021).

Workshop tersebut sebelumnya dibuka oleh Wakil Gubernur (Wagub) Jambi Abdullah Sani di Aula Rumdis Gubernur Jambi, Selasa (9/11/2021).

Koordinator Pengawas Akuntabilitas Keuangan Pembangunan dan Tata Kelola Pemerintahan Desa Wilayah I BPKP Pusat Edy Suharto, mengatakan, bahwa pihaknya mengembangkan pengawasan keuangan desa yang berbasis komputer.

"Kami BPKP Pusat bersama Inspektorat Jendral (Itjen) Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) mengembangkan pengawasan keuangan desa dengan aplikasi bantuan komputer, juga berbasis resiko," katanya, tampak didampingi Ketua Penyelenggara Workshop.

Menurut Edy, dengan aplikasi itu diarahkan untuk memilih desa-desa mana saja yang beresiko tinggi di suatu Pemerintah Daerah (Pemda). Nanti didahulukan untuk di audit secara rinci, sehingga Pemda bisa langsung melihat bagaimana desa itu tidak akan terjerumus.

"Kita sebagai auditor dibimbing untuk meyakini bahwa, desa-desa itu bisa terkontrol dengan baik, dalam arti bisa melakukan audit terlebih dahulu agar tidak terlanjur bablas, kalau ada kelemahan-kelemahan bisa di perbaiki," tuturnya.

Kenapa hanya dipilih desa-desa yang beresiko tinggi saja.? Edy menjelaskan, itu karena mengingat keterbatasan jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) atau Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) di Inspektorat Daerah.

"Kan tidak mungkin semua desa akan dilakukan audit menyeluruh, makanya dipilih yang beresiko tinggi dulu, sehingga tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya kalau ada pengaduan, dan penyalahgunaan dana kepala desa bisa kita kendalikan jangan sampai terjadi," ungkapnya.

Edy juga tak menapik bahwa aplikasi Siswaskeudes ini khususnya di Provinsi Jambi terbilang baru, untuk itu masih tahap pembelajaran bagi para auditor yang ada di setiap Inspektorat daerah di Provinsi Jambi.

"Memang untuk aplikasi Siswaskeudes masih diajarkan untuk inspektorat se Provinsi Jambi, untuk memudahkan melakukan pemilihan desa mana yang harus didahulukan, kedua untuk memudahkan dalam pelaksanaan auditnya," katanya.

Semua proses audit, mulai dari persiapan, kemudian pelaksanaan, pembuatan simpulan, tahapan sampai dengan pelaporan itu sudah difasilitasi oleh aplikasi Siswaskeudes tersebut. Untuk itu dengan dilaksanakan nya workshop itu, mau tidak mau, siap atau tidak siap auditor harus melek teknologi.

"Iya memang, semua yang akan melakukan audit pengelolaan keuangan Desa, ini diarahkan dengan teknik audit perbantuan komputer, jadi ya otomatis kalau yang selama ini mungkin hanya untuk ketik-ketik saja, supaya tahu bagaimana memanfaatkan kemampuan SDM terhadap teknologi ini diefektifkan dalam melakukan audit," tuturnya.

Edy mengatakan, memang tujuan utamanya adalah dalam melakukan audit dengan aplikasi Siswaskeudes akan lebih efektif, efesien dan tentunya lebih cepat dan lebih akurat."Harapnya setelah dilakukan ini semua APIP kabupaten yang mendapat pelatihan segera mengimplementasikan," tegasnya.

Dalam pengimplementasian, itu kata Edy, tentu ada syaratnya bagi para auditor, yaitu harus ada database kompilasi pengelolaan keuangan seluruh desa di masing-masing Pemda, karena audit dilakukan dengan perbantuan komputer.

"Jadi (auditor-red) harus ada database, (jangan keliru) sehingga dengan aplikasi Siswaskeudes ini akan diolah secara terintegrasi," pungkasnya.(afm)





Artikel Rekomendasi