JAMBERITA.COM - Peserta Workshop yang merupakan pejabat pengawas dan auditor Inspektorat Daerah Kabupaten se Provinsi Jambi mengikuti simulasi/praktik pengelolaan aplikasi Siswaskeudes, Rabu (10/11/2021).
Workshop tersebut merupakan hari kedua setelah dibuka secara resmi oleh Wagub Jambi Abdullah Sani di Aula Rumah Dinas Gubernur Selasa (9/11/2021).
Dan dilanjutkan hari ini di Aula Lantai II Kantor Inspektorat Daerah Provinsi Jambi.
Dimana dalam workshop tersebut, peserta diberikan pembekalan materi tentang pengawasan keuangan Desa dengan menggunakan aplikasi berbasis komputer sekaligus langsung di post test oleh pemateri baik dari BPKP Pusat, maupun dari Irjen Kemendagri RI.
Adapun dari peserta, meskipun aplikasi ini terbilang baru untuk diimplementasikan khususnya di Provinsi Jambi, ternyata sudah ada beberapa perwakilan Inspektorat Kabupaten yang sudah mengerti dalam mengelola aplikasi tersebut.
Pengawasan Akuntabilitas Keuangan, Pembangunan, dan Tata Kelola Pemerintahan Desa Wilayah I BPKP Edy Suharto menyampaikan, mereka yang dipilih sebagai tiga peserta itu berdasarkan nilai dari simulasi pengelolaan aplikasi Siswaskeudes.
"Untuk 3 terbaik, nama Poppy Chandra dari Inspektorat daerah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) dengan nilai 75 mana, terbaik kedua, Fadli SH dari Inspektorat Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) dengan nilai juga 75," jelasnya.
Selanjutnya, Edy Suharto juga menyampaikan untuk nilai tertinggi adalah atas nama Debbi Lasma Aprida dari Inspektorat Kabupaten Tanjabtim dengan nilai 80. "Kepada peserta yang lain tentu di bawah 75 ya, mudah-mudahan tetap semangat," ujarnya.
Lebih lanjut, Edy berharap, kepada peserta yang sudah diajarkan praktiknya, silakan segera memperoleh data kompilasi terbaik dari seluruh desa di masing-masing desa, kemudian mencari cara koneksi antara Siswaskeudes.
"Tugas, menggunakan database siskeudes seluruh desa otomatis bapak bisa mempraktekkan langkah-langkah sebelumnya, langsung mendapatkan rangking risiko dari seluruh desa itu, nah dengan demikian bapak-ibu sudah bisa kondisi keuangan yang ada di masing-masing desa," tuturnya.
Dalam waktu dan kesempatan yang sama, Inspektur Daerah Provinsi Jambi Ferdiansyah mengatakan, bahwa kegiatan lokakarya selama dua hari ini mudah-mudahan dapat diikuti dengan baik serta bermanfaat.
"Dan yang paling penting apa yang teman-teman sekalian dapat dari kegiatan lokakarya ini nantinya akan ditularkan kepada rekan-rekan lain di kabupaten kota terkait dengan aplikasi Siswaskeudes," tuturnya.
Ferdiansyah menjelaskan, ini sebagaimana telah disampaikan sebagai aplikasi yang digunakan oleh APIP untuk melakukan pengawasan terhadap pengelolaan keuangan Desa yang dibuat karena keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) juga Anggaran.
"Sehingga dengan menggunakan aplikasi ini nantinya dapat diharapkan dalam melakukan pengawasannya dapat melakukan pendekatan berbasis risiko, berdasarkan pemantauan yang dilakukan," jelasnya.
Selanjutnya Ferdiansyah langsung menutup kegiatan Lokakarya tersebut dengan mengucapkan terima kasih kepada para instruktur beserta para peserta dari Inspektorat kabupaten dan panitia pelaksana yang sudah hadir dan pelaksanaan kegiatan dengan baik.
"Karena untuk Provinsi Jambi baru 4 kabupaten kalau tidak salah yang sudah menggunakan aplikasi ini, mudah-mudahan nanti setelah semua kabupaten dapat menggunakan aplikasi tersebut dalam melakukan pengawasan terhadap pengelolaan keuangan Desa," pungkasnya.(afm)
Pasca Serangan Siber, Sekda Sudirman Resmi Ditetapkan Jadi Komisaris Bank 9 Jambi
DPW APPSI Jambi 2026-2031 Resmi Dikukuhkan, Berikut Susunan Kepengurusannya
Langka! Kursi Bendum Jadi 'Primadona' di Muswil III APPSI Jambi Sampai Spanduk Diganti Berkali-kali
Inspektorat se Provinsi Jambi Dibekali Praktik Aplikasi Siswaskeudes
Kota Jambi PPKM Level 1, Fasha Pesan Jaga Prokes dan Waspadai Gelombang Ketiga Covid-19


Pasca Serangan Siber, Sekda Sudirman Resmi Ditetapkan Jadi Komisaris Bank 9 Jambi



