JAMBERITA.COM - Berdasarkan laporan Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik (BPS) Jambi, Kota Jambi mengalami inflasi diposisi sedang.
Walikota Jambi Syarif Fasha mengatakan bahwa perhitungan inflasi di Kota Jambi bersifat semu. Menurutnya, indikator inflasi hanya sebatas belanja konvensional. Dimana saat ini daya tarik masyarakat sudah beralih melakukan belanja online.
"Yang menjadikan inflasi adalah seperti bawang bombay dan sebagainya. Kondisi Kota Jambi ini, berdasarkan pendapat pribadi saya. Karena indikator perhitungan kita belum memasukkan belanja online," ujarnya. Selasa, (26/10/2021)
"Kita sekarang sudah mulai meninggalkan pasar tradisional dan kini bergeser ke e-commerce, transaksinya sudah mencapai 100 persen," lanjutnya.
Sehingga Fasha berharap, kedepan perhitungan inflasi juga bisa masuk ke kegiatan belanja online.
"Karena belum ada indikator belanja online, tapi Bank BI Pusat masih membuat formulasi indikator belanja online menjadi inflasi," ungkapnya. (getah)
Danrem 042/Gapu Ikuti Rapat Evaluasi Penanggulangan Karhutla di Provinsi Jambi
Ketua DPRD Provinsi Jambi Resmi Lantik Samsul Riduan Gantikan Zainul Arfan
Menyedihkan... Motif Geng Motor Beraksi di Kota Jambi hanya Untuk Senang-senang
Geng Motor Yang Serang Dua Warga Di Perumahan Villa Kenali, Diamankan Polresta Jambi
Vaksin Pfizer Sudah Mulai Diberikan Kepada Masyarakat Kota Jambi
Akselerasi Jambi Bebas Korupsi, Gubernur Bentuk Tim Perluasan Desa Antikorupsi!

