Tanggapi Petisi Bubarkan BNPT, Prof Syukri: Negara Tidak Akan Kalah Oleh Propaganda Teroris



Jumat, 24 September 2021 - 21:51:29 WIB



Prof Syukri
Prof Syukri

JAMBERITA.COM-  Baru-baru ini muncul petisi kepada BNPT RI yang mengatasnamakan oknum mantan napiter meminta agar lembaga negara yang bertanggung jawab dalam penanggulagan terorisme dibubarkan. Dalam petisi disebutkan bahwa BNPT lambat merespon program deradikalisasi bagi napiter yang dipindahkan ke lapas daerah. Mereka juga menyoroti soal pengurusan remisi dan pembebasan bersyarat hingga pemberdayaan keluarga napiter dan mantan napiter.

Petisi ini ditanggapi Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) di 32 Provinsi termasuk FKPT Jambi.  Ketua FKPT Jambi, Prof Ahmad Syukri mengatakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia adalah amanat Undang-Undang Dasar 1945 tercantum dalam UU Nomor 5 Tahun 2018. “Keberadaan BNPT RI adalah representasi seluruh elemen masyarakat Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam melawan kejahatan kemanusiaan, aksi teror dan disintegrasi bangsa yang diakibatkan oleh kelompok teroris,” kata Ahmad Syukri.

Menurutnya petisi yang dibuat ini merupakan bagian dari politik adu domba. “Seluruh elemen masyarakat bersatu padu menolak segala bentuk politik adu domba dan pecah belah oleh kelompok teroris,” katanya.

Menurutnya, hanya kelompok teroris yang menginginkan BNPT RI bubar. Karena itu, negara tidak akan kalah atas propaganda kelompok teroris. “Salam Satria: Sinergi Anti Terorisme, Sinergi Anti Radikalisme, Sinergi Anti Intoleran, Sinergi Anti Anarkisme. BNPT Milik Kita,” katnaya.

Terkait FKPT sendiri, Prof Syukri menjelaskan jika FKPT merupakan mitra strategis BNPT RI di setiap daerah. Tugasnya adalah melaksanakan program pencegahan dengan pendekatan persuasif kepada masyarakat dan berkolaborasi bersama stakeholder daerah seperti pemerintah daerah (Gubenur, Bupati/Walikota dan seluruh perangkatnya), Kementrian Agama Wilayah, Polda, Polres, Polsek, Babinkamtibmas, Kodam, Korem, Kodim, Babinsa, Kabinda, Perguruan Tinggi, Ormas, Tokoh Agama, Tokoh Budaya, Akademisi dan lain-lain.

Program starategis FKPT disetiap provinsi adalah meningkatkan pemahaman masyarakat terkait paham radikal-terorisme, pemahaman kebangsaan dan pemahaman moderasi beragama. Tujuan program tersebut sebagai vaksinasi dan peningkatan imun terhadap potensi radikalisme oleh kelompok terorisme. Pada akhirnya, seluruh elemen masyarakat diharapkan untuk berkonstribusi dalam pencegahan paham radikal-terorisme di lingkungan masing-masing.

Struktur FKPT terdiri dari Ketua, Bendahara, Sekretaris, Kabid. Agama, Sosial dan Budaya, Kabid. Media Massa, Hukum dan Humas, Kabid. Pemuda dan Pendidikan, dan Kabid. Perempuan dan Anak, Kabid. Penelitian dan Pengkajian. Masing-masing Kabid melaksanakan program pelibatan masyarakat berdasarkan pemetaan potensi radikalisme dari hasil penelitian FKPT setiap provinsi melalui Kabid. Penelitian dan Pengkajian.

BNPT dan FKPT bersama seluruh elemen masyarakat telah berkolaborasi dalam menekan potensi radikalisme di Indonesia. Ini merupakan bukti bahwa BNPT milik kita semua segenap masyakarat Indonesia. BNPT–FKPT adalah representasi kehadiran pemerintah untuk masyarakat dalam penanggulangan terorisme.(*/sm)

 




Artikel Rekomendasi