Tausiyah Jumat, SAH Ingatkan Akan Kesadaran Diri Dan Empati Di Masa Pendemi



Jumat, 03 September 2021 - 08:58:00 WIB



JAMBERITA.COM- Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM (SAH) mengingatkan pada seluruh Kader Gerindra baik itu yang ada di kepengurusan, eksekutif dan legislatif untuk memiliki kesadaran diri dan rasa empati di masa pandemi.

Pernyatan ini disampaikan anggota DPR RI itu saat memberi tausiyah Jumat (2/9) kemarin saat pengajian rutin dikediaman pribadinya di Kawasan Telanaipura Jambi.

"Situasi pandemi global Covid-19 ini membuat semua orang merasa khawatir, cemas dan was-was, baik secara fisik, psikis maupun materi. Hal ini membuat orang akhirnya fokus pada keselamatan diri dan bagaimana caranya mempertahankan hidup di tengah pandemi. Namun sebagai mahluk sosial kita tidak  bisa hidup tanpa orang lain. Oleh karena itu di masa pandemi justru kita harus saling bahu membahu membantu dan memberikan dukungan satu sama lain agar kita mampu melewati pandemi ini dengan baik, jangan justru menunjukkan kuasa dengan memperlihatkan rasa tak berempati dan lainnya," ungkap Bapak Beasiswa Jambi tersebut.

Karena menurut SAH, kondisi pandemi seperti sekarang ini maka  sikap empati sangatlah dibutuhkan, bukan hanya simpati. Simpati sebatas menyampaikan perhatian dan rasa iba, namun empati akan berlanjut pada tindakan membantu terhadap mereka yang sedang membutuhkan bantuan. Contohnya, bila ada teman atau tetangga yang positif Covid-19 maka kita bukan hanya memberikan simpati namun memberikan bantuan nyata berupa pemenuhan kebutuhan sehari-hari,misalnya menyediakan kebutuhan makan sehari-hari atau menyediakan bahan makanan siap olah, baik dilakukan secara individu ataupun bersama komunitas (RT, RW atau organisasi sosial lainnya). Sikap dan perilaku empati juga dapat kita lakukan  dengan berbagi informasi yang  bermanfaat, menyejukkan hati, positif dan menimbulkan optimisme dalam diri penderita Covid-19, jelasnya.

Kurangnya kesadaran diri tersebut membuat mereka tidak memiliki empati dan bersikap acuh tak acuh terhadap lingkungan sekitarnya dengan bekerja dan bersosialisasi seperti biasanya. Hal ini tentu saja membuat sekitarnya menjadi tidak nyaman dan kawatir bila harus bertemu dengan penderita. Kondisi tersebut tentu saja menimbulkan keresahan bagi lingkungan sekitar, tandas SAH.(*/sm)





Artikel Rekomendasi