Gugatan Praperadilan Subhi Tidak Diterima, Kuasa Hukum Akan Gugat Lagi dan Lapor Hakim ke KY



Selasa, 20 Juli 2021 - 20:12:30 WIB



JAMBERITA.COM- Pengajuan Praperadilan yang diajukan Mantan Kepala BPPRD Kota Jambi Subhi tidak diterima. Hakim Pengadilan Negeri Jambi (PN) Jambi menyatakan permohonan tidak dapat diterima alias NO. Putusan ini dijatuhkan oleh hakim tunggal Partono, Senin (19/7/2021).

Menanggapi hal ini, Kuasa hukum Subhi, Indra Cahaya kecewa dengan putusan ini. Ini karena putusan hakim Pengadilan Negeri (PN) No itu tidak dikenal dalam hukum pidana. "Pengadilan bukan sepihak begitu, nggak benar itu. Tidak ada putusan NO (tidak dapat diterima) dalam pidana. Putusan NO adalah dalam perdata. Tidak dapat diterima itu beda dengan ditolak" kata Indra usai sidang Senin (19/07/2021).

Lalu apa langkah yang akan dilakukan Indra? Indra mengatakan jika dirinya masih dipercaya menjadi kuasa hukum, Ia mengatakan akan menggugat lagi terkait penetapan tersangka kepada kliennya Subhi.

Kecuali  (saya,red) dipecat.Hari ini dipanggil, saya gugat. Sekarang mau saya baca dulu putusan Atur atrategi. Pra peradilan belum membahas pokok perkara terkait penetapan tersangka," katanya. 

Menurut dia, hakim menggunakan surat edaran MA sebagai pertimbangan yaitu soal larangan prapradilan bagi yang melarikan diri atau DPO. Namun menurut Indra, aturan itu tidak bisa diterapkan untuk  Subhi, karena dia mengajukan praperadilan terlebih dulu sebelum penyidik menetapkannya dalam DPO.

"Kalau ini tidak, Subhi mengajukan tanggal 24, sementara penyidik baru mengumpulkan bukti tanggal 25. Artinya duluan Subhi mengajukan prapedilan, itu hak azazi," ungkapnya.

Karena putusan yang dianggapnya keliru dan tidak benar, maka Indra juga mengatakan akan melaporkan hakim yang bersangkutan ke Komisi Yudisial (KY) hakim. "Mau saya laporkan ke KY. Setelah saya baca putusan juga akan saya gugat kembali," pungkasnya.(sm)




Artikel Rekomendasi