JAMBERITA.COM, SAROLANGUN - Akibat aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI), pertikaian berdarah menyelimuti Sungai Batangsipa Desa Lubukdorong Kecamatan Limun Kabupaten Sarolangun.
Debi Kurniawan Ketua Umum HMI Cabang Sarolangun, menyayangkan kejadian ini. Pasalnya berapa waktu lalu sejumlah OKP telah turun ke jalan menyuarakan persoalan PETI dan mengingatkan pihak kepolisian agar memberhentikan aktivitas PETI.
"Kemarin dalam tuntutan kita jelas agar polres segera mengeluarkan alat berat yang beroperasi di Limun, namun tuntutan itu tidak digubris," katanya. Kamis (22/4/2021)
Lanjutnya, kejadian ini harusnya menjadi cambuk bagi penegak hukum. Berapa banyak lagi yang harus menjadi korban atas aktivitas PETI ini. Menurutnya Kapolda harus mengambil sikap tegas terhadap kejadian ini, jangan sampai memakan korban lagi.
"Dalam hal ini Polda harus tegas, jangan sampai kejadian tragis seperti ini selalu terulang tanpa ada solusi yang kongkrit." Ucapnya.
Kalau berbicara ekonomi, persoalan PETI tidak akan pernah terselesaikan, karena memang pada dasarnya manusia tidak pernah merasa puas. Fungsi pemerintah dan penegak hukum harus menjadi penengah terhadap persoalan PETI.
"Masyarakat awam tidak begitu paham dengan persoalan ini, mereka hanya bisa memanfaatkan alam tanpa memikirkan akibatnya. Dan juga hukum yang dipakai hukum rimba, siapa kuat dia dapat." Bebernya
Sementara itu, dia berharap kasus pembunuhan ini segera terungkap, dan pelaku pembunuhan harus menerima hukuman yang setimpal atas perbuatannya.
"Harapanya kasus ini segera terungkap, harus ada efek jera terhadap pelaku." Ujarnya
Selain itu, dia ingin Polda turun langsung ke Tempar Kejadian Perkara (TKP). Dan hentikan aktivitas PETI tersebut, semua alat berat harus dikeluarkan serta diamankan.
"Tidak ada lagi toleransi, ini menyangkut nyawa banyak orang." Tutupnya.
Merajut Masa Depan di Balik Hutan: Ketika Akademisi UNJA Bawa Jari-jari SAD Menembus Pasar Digital
Borong Rentetan Penghargaan Sekaligus, Mahasiswa UNJA Ini Bikin Bangga RI di Malaysia-Singapore
Rakor dengan KPK, Bupati Anwar Sadat Beberkan Penertiban Aset
Akui Khilaf, Wabup Hairan : Gedung Pola Tidak Lagi Untuk Umum
Promosikan Produk Unggulan Daerah, Kanwil Kemenkum Jambi Ikuti Rakor Video Indikasi Geografis

