JAMBERITA.COM - Sederat fakta kehidupan mantan Atlet Dayung Jambi era 90-an Leni Haini (44) yang berada di RT. 25 Keluruhan Legok Kecamatan Danau Sipin Kota Jambi.
Untuk diketahui mantan atlet Dayung ini sempat viral di Media Sosial (Medsos) karena disebut ingin menjual medalinya karena butuh biaya pengobatan anaknya yang mengalami sakit kulit (Xeroderma) dan untuk mencukupi kebutuhannya.
Ternyata, Ia membantah semua isu ini. Karena menurut Leni foto peristiwa itu sudah lama yakni sejak 2012 silam, karena anaknya sakit. Tetapi belakangan ini sempat mencuat kembali atau viral. "Saya tidak tahu kenapa itu viral, seolah-olah saya ngemis," bebernya, Selasa (16/2/2021).
Selain itu juga, Ibu dari tiga anak ini membantah mengalami kesulitan ekonomi. Apalagi ingin menjual medali untuk mencukupi kebutuhan dan pengobatan anaknya. Leni bahkan mengaku kaget dengan fotonya yang tengah viral.
"Anak saya yang pertama ngasih tau, ada foto saya di Instagram, Itu foto lama, saya kaget siapa yang posting dan apa motifnya, padahal hingga saat ini saya sudah dibantu oleh pemerintah, suami saya honor di DLH Kota Jambi," katanya.
"Saya juga petugas kebersihan area Wisata Danau Sipin bersama komunitas, itu juga di bawah DLH," tuturnya menjelaskan bentuk apresiasi atau perhatian pememerintah atas prestasinya.
Pantauan jamberita.com ketika Leni disambangi oleh Plt Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Diskepora) Provinsi Jambi Ronaldi, Ketua KONI Budi Setiawan, tempat tinggalnya terbilang cukup layak.
"Ini bangunan (Rumah-Red) hasil bantuan dari Malyasia dan ada juga dari ACT," tuturnya.
Sebelumnya, nama Leni viral dan Ia dikabarkan terhimpit ekonomi, menjadi buruh cuci, bahkan terpaksa harus menjual medali.
Kenyataannya, bangunan rumah atau tempat tinggalnya tampak berdiri kokoh dua lantai atau bertingkat.
Didalam ruangan utama atau teras bawah itu cukup luas yang salah satunya dilengkapi dengan alat olahraga.
Kata Leni itu tempat anak-anak belajar, Sekolah Olahraga Dayung sekaligus anak-anak PAUD.
"Jadi kalau mau memviralkan, viralkan saja kegiatan saya yang positif karena ada pengelolaan Bank Sampah, dan ada juga kegiatan saya yang bekerjasama dengan BNN Kota, dan BKKBN," ujarnya.
Kemudian dari sisi pekerjaan karena prestasinya, Leni kini dipercaya sebagai pengelola Bank Sampah dan sebagai pembina dari komunitas. Sedangkan suaminya operator mesin kebersihan sampah Danau Sipin di bawa naungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
"Alhamdulillah iya suami saya di DLH, kalau pemerintah pernah bantu pengobatan anak. Dan hari ini juga tadi pagi saya dihubungi BPJS, bahwa sudah diaktifkan kembali dari Menpora," timpalnya, hikmah dari viralnya Leni dijagat maya.
Leni juga pernah dikabarkan mempunyai sebuah mobil Suzuki Ertiga tetapi kembali Ia jual.
"Ada itu hadiah, bukan dari olahraga tetapi dulu kami sering beli herbal untuk obat anak saya, jadi dapat mobil, tapi kami jual lagi ya uang nya untuk anak saya juga," tuturnya menjelaskan.
Dalam kesempatan dan waktu yang sama, Leni menyampaikan pemintaan maaf dan mengaku tidak tahu apa-apa serta mengucapkan terimakasih atas kunjungan Kadiskepora dan Ketua KONI ke tempat tinggalnya.
"Kalau bisa dibenahi apalagi cabor cabor dayung, rangkul semua jangan tidak peduli dengan senior dan junior," katanya.(afm)
Keren, Atlet Angkat Besi Jambi Boyong 3 Emas Sekaligus di Kejurnas Jabar
Kemenkum Jambi Gandeng Akademisi dan Pengusaha Kenalkan Keunggulan Layanan Apostille
Pangkas Hambatan Investasi, Kemenkum Jambi Pastikan Aturan Baru di MPP Tak Tabrak Hukum
Senam di Kelurahan Murni, Kemas Faried Disambut Antusias Emak Emak
Update Covid-19 Provinsi Jambi Bertambah 24 Orang, Berikut Datanya
Amankan Dua Pemodal Ilegal Drilling, Dirkrimsus Polda Jambi: Kegiatan Ini Profesional


Pangkas Hambatan Investasi, Kemenkum Jambi Pastikan Aturan Baru di MPP Tak Tabrak Hukum



