JAMBERITA.COM- Khairatunisa Akmalia Putri asal Desa Semau Kecamatan Beram Hitam Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) masuk nominasi dengan mendapat juara ke-3 Pemuda Pelopor di Bidang Inovasi Teknologi tingkat nasional.
Dimana piagam penghargaan dengan hadiah uang sebesar Rp20.000.000 untuk dirinya itu langsung diserahkan secara simbolis oleh Deputi Bidang Pemuda Menpora RI di Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2020) kemarin.
"Harapannya kedepan, Pemerintah setempat dapat membantu usaha saya ini, karena kita butuh modal lebih besar, agar Budi Daya Ikan dan Sayur Dalam Ember (Budiksdamber) nya nggak habis sampai disini saja," ujarnya, Jum'at (23/10/2020).
Untuk diketahui putri asal Tanjabbar yang kerap disapa dengan sebutan Caca ini berhasil membawa nama harum Provinsi Jambi ke tingkat nasional dalam ajang pemuda pelopor dengan menampilkan inovasi teknologi Budiksdamber.
"Ini sudah menghasilkan, biasanya kan kita selama ini, kalau pelihara ikan ya ikan saja. Sayur sayur saja, ini kan bisa satu tempat tapi menghasilkan dua sekaligus kita dapat ikan, kita juga dapat sayur, jadi lebih efektif," terangnya.
Cara simple dan sederhana inovasinya tersebut sampai mendapat juara ke-3 itu adalah, hanya menggunakan ember, di isi dengan air, serta disisi yang kosong itu diisi lagi dengan bekas gelas pop ice yang dilubangi. Dibawa gelas itu diberi arang, tisu lalu diatasnya media tanam dan digantung menggunakan kawat disisi ember tersebut.
"Ikan tetap hidup, dan sayur juga dapat nutrisi dari kotoran ikan yang jadi pupuk, dengan tetap menggunakan bakteri merah untuk mengurai, menghilangkan bau kotoran," tuturnya.
Ide Caca dalam mengurai kotoran ikan dengan bakteri merah itu sendiri berbekal dari YouTube meski tidak sama persis dengan hasil olahan yang telah diciptakannya."Itukan beda bahannya, tidak tahu mereknya apa. Saya cuma gunakan Yakult, Telor dan penyedap rasa (sasa), di aduk di gelas sampai dengan rata baru di masukkan ke dalam air 5 liter," sebutnya.
Setelah diaduk dalam air 5 liter secara merata, maka dibagi lagi dalam botol-botol air mineral bekas yang atas nya dilubangi agar tidak meledak karena mengandung gas."Lalu kita jemur dua Minggu sampai 30 hari supaya bakteri nya itu berkembang, karena bakteri butuh sinar matahari, nanti adonan itu berubah jadi merah," ungkapnya.
Ketika adonan tersebut sudah terlihat merah, lalu diambil kembali dimasukkan ke dalam ember disertai ikan lele yang harus dibawa sinar matahari langsung. "Ikan lele paling gampang hidupnya, dalam satu ember diisi ikan 50 ekor karena ember nya (besar) yang tinggi 1 meter. Jadi Budiksdamber biasa sudah dari 2018, dan penggunaan bakteri merah baru di tahun 2019," jelasnya.
Budiksdamber karya nyata dari Caca ini pun, diklaim sudah banyak masyarakat yang mengadopsi, seperti misalnya dari kelompok wanita tani, karang taruna baik dari Tanjabbar sendiri maupun dari luar Tanjabbar."Caca berharap kedepan bakal adanya inovasi-inovasi yang lahir serta bermanfaat untuk orang banyak khsusnya di Provinsi Jambi. Jadi jangan hanya stop sampai disini, kalau bisa Jambi di semua bidang juara satu," tegasnya.(*/afm)
Khairatunisa Berhasil Harumkan Nama Jambi ke Tingat Nasional, Ini Inovasinya
Rakor Pengurus Satkorwil Sekwan se-Indonesia, Ketua DPRD Provinsi Jambi Sampaikan Sampaikan Hal Ini
Hadapi Masa Pandemi Covid-19, Unja Berikan Pelatihan Literasi Digital untuk Guru SMP Kota Jambi
Tim Pengabdian Unja Gelar Pelatihan Pengawasan Dana Desa di Desa Mendalo Darat Kabupaten Muaro Jambi
