Dewan Nilai Pemkab Tanjabbar Lamban dan Gagal Kendalikan Pandemi Covid-19



Senin, 12 Oktober 2020 - 18:53:11 WIB



JAMBERITA.COM - Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dinilai lamban dan gagal dalam menekan angka penyebaran wabah Corona Virus Disease (Covid-19). Ini dibuktikan dengan semakin bertambahnya jumlah pasien positif covid-19 di Tanjung Jabung Barat terus hingga menembus angka 100 lebih yang sudah terpapar virus mematikan tersebut, hingga merenggut nyawa.

Selain jumlah pasien terus meningkat, permasalahan lainnya muncul dalam penanganan covid-19 oleh Pemkab Tanjab Barat. Mulai dari ruang isolasi yang penuh sehingga pasien di isolasi di rumah, juga makanan bagi pasien covid-19 di RSUD Daud Arif yang dinilai tidak layak.

Anggota DPRD Tanjab Barat, Syufrayogi Syaiful mengatakan bahwa Pemkab telah gagal dalam menangani covid-19. Penanganan di lapangan tidak sebanding dengan anggaran yang di anggarkan.

”Selain pasien yang makin bertambah, permasalahan lain terus muncul, ini menunjukan wajah pemkab yang gagal,” tegasnya, Senin (12/10/20).

Iapun menyebut bahwa ada perbedaan dalam penanganan pasien covid antara pejabat yang positif dengan masyarakat. Pejabat diperbolehkan diisolasi di rumah, sementara masyarakat di tempatkan di ruangan isolasi rumah sakit.

"Harusnya tidak seperti itu, kalau memang penuh sediakan alternatif lain, anggarannya ada dan sumber dayanya ada,” sebutnya.

Yogi mengatakan Bupati selaku ketua tim gugus harusnya mengambil langkah tegas dari banyaknya angka pasien positif covid-19. Dengan mengadakan rapat dengan tim satgas dan membenahi manajemen penanganannya.

”Ini tidak, pemkab dengan pemerintah provinsi seperti tidak beriringan,kalau begini terus maka jangan heran kedepan angka covid di Tanjab Barat terus bertambah,” tegasnya.

Padahal Pemkab Tanjab Barat melalui Sekda Tanjab Barat menyebutkan siap menggelontorkan anggaran sebesar Rp 101 Miliar untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19.(Henky)





Artikel Rekomendasi