Yunninta: Pilkada Harus Diramaikan Dengan Ide dan Gagasan Bukan Provokasi



Senin, 14 September 2020 - 10:15:55 WIB



JAMBERITA.COM- Bakal calon Bupati Batanghari Hj. Yunninta Asmara, SH mengajak masyarakat menjadikan pilkada sebagai sarana mengadu ide dan gagasan bukan provokasi dan vandalisme.

" Saya berharap pilkada Batanghari ini kita jadikan ajang untuk mengadu ide dan gagasan, bukan malah menjadi arena memprovokasi, memfitnah, adu domba dan perusakan alat peraga bakal calon atau vandalisme, ungkapnya di Pemayung (13/9) kemarin. "


Praktik vandalisme mulai mewarnai jalannya kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Batanghari. Aksi tak terpuji ini membuat pasangan Yunninta - Mahdan menjadi korban.

Musababnya, sejumlah spanduk dan baliho yang memuat gambar, visi-misi, juga sosialisasi pencalonan Batanghari Unggul dirusak pihak tak bertanggung jawab. Insiden ini seperti terjadi di Bulian dan kecamatan lain.

Yang semakin disayangkan, Baleho Ya - maha terkait pencalonannya di Pilkada itu merupakan inisiatif warga masyarakat, yang mendukung pasangan tersebut menduduki kursi Bupati dan Wakil Bupati Batanghari.

“Sangat disayangkan jika aksi vandalisme ini merupakan inisiatif kandidat lain, akhirnya membuat pasangan Ya - maha menjadi korban. Warga yang berinisiatif memasang sejumlah atribut tersebut juga ikut dikorbankan,” kata Heri Candra ketua tim pemenangan Yunninta - Mahdan.

Dalam kontestasi pesta demokrasi, menurut pria yang akrab disapa Cecep tersebut, seharusnya diramaikan dengan perang ide dan gagasan. Diskusi hingga perdebatan seputar program kerja, sehingga bisa membuat masyarakat semakin tertarik mengikuti politik.

Namun, jika praktik vandalisme dan kampanye negatif yang ditonjolkan kandidat termasuk tim pemenangan, menurut Cecep justru membuat masyarakat semakin antipati dengan calon tersebut. Akhirnya, pihak yang dirugikan akan mendapat simpati dan dukungan.

“Calon kepala daerah itu seharusnya mengisi kontestasi pilkada dengan perang ide dan gagasan, bukan malah mengarahkan tim pemenangannya untuk melakukan aksi tak terpuji seperti merusak media sosialisasi kandidat lain,” 

Di sisi lain, mantan anggota DPRD Batanghari ini, penggunaan aksi vandalisme sebagai bagian dari strategi pencalonan menandakan kandidat tersebut tak memiliki rencana yang jelas mengikuti pesta demokrasi. Selain itu, sambungnya, kandidat yang menggunakan cara tak terpuji juga membuktika ketidakmampuannya untuk setidaknya mengimbangi ide, gagasan, juga program kerja yang diusung rivalnya.(*/sm)









loading...