JAMBERITA.COM- Anggota Komisi IX DPR RI yang membidangi Ketenagakerjaan, Sutan Adil Hendra (SAH) mengatakan di era new normal ini, kebutuhan industri terhadap tenaga kerja diperkirakan bakal sedikit bergeser, yang lebih mengutamakan lulusan vokasi termasuk diploma, politeknik, bahkan juga sekolah kejuruan.
"Di era new normal kebutuhan tenaga kerja vokasi makin dibutuhkan setelah masa Pandemi COVID-19. Karena era sekarang industri lebih butuh orang yang siap kerja, orang terampil,” ungkapnya Senin (6/7/2020).
Karena menurut Anggota Fraksi Partai Gerindra ini tanpa ada krisis pun, kita membutuhkan vokasi, apalagi sekarang ini dalam kondisi persaingan lebih banyak. Sehingga betul-betul diperlukan tenaga terampil karena dengan vokasi kita mendidik orang dengan betul-betul siap bekerja, ungkap SAH yang dijuluki Bapak Beasiswa Jambi ini.
Kondisi lulusan Vokasi lebih dibutuhkan karena dalam kurikulum yang dipelajari oleh pelajar vokasi, umumnya mereka lebih banyak mendalami praktik dibanding teori. Termasuk menguasai bagian teknis di lapangan. Sehingga menurut SAH itu modal besar untuk pekerja agar bisa adaptif, terutama menghadapi sistem serta cara kerja baru memasuki new normal ini, jelasnya.
"Vokasi harus kita artikan sistem ganda, apa itu ? Bekerja sambil sekolah. Idealnya 70 persen di pabrik, 30 persen teori di sekolah. Itu pun teori yang berhubungan dengan kompetensi di lapangan," sebutnya.
Meski diproyeksikan bisa menerima manfaat dari pegawai terampil, namun tetap harus diperhatikan dalam menjaga kemampuan dari masing-masing pegawai.
"Era new normal industri harus punya kurikulum di tempat kerja. Ada pengawasan fasilitas. Orang akan gunakan tenaga kerja yang seproduktif mungkin, karena itu perlu pelatihan yang benar," tandasnya.(*/sm)
SAH Pasang Badan Bela Program Presiden, Tak Biarkan Kebijakan Pro Rakyat Dilemahkan oleh Kepentingan
Ketua HKTI Jambi SAH Dorong Hilirisasi untuk Tingkatkan Nilai Tambah Hasil Perkebunan
Hari Koperasi Nasional, SAH Ungkap Momentum Koperasi Sebagai Motor Penggerak Ekonomi Daerah
Perampok Toko Emas di Mayang Jambi Sempat Letuskan Tembakan, Ini Ceritanya
Kasus Pertama Meninggal Dunia Akibat Covid-19 Asal Kabupaten Kerinci
Ulama Kharismatik Asal Sebrang KH Ahmad Syirojuddin, Pimpinan Ponpes Aljauharen Meninggal Dunia
OJK Serahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus PT Asuransi Jiwa Prolife ke Kejaksaan Negeri Jakarta
