Pengamat: YA - Maha Waspadai Calon Yang Bergerak Dalam Senyap



Senin, 29 Juni 2020 - 07:27:38 WIB



JAMBERITA.COM-  Pengamat Politik dari Lembaga Kajian Politik Regional (LKPR) Aulia Fadli mengatakan meski realitas survei pilkada Batanghari konsisten memperlihatkan keunggulan Elektabilitas pasangan Yunninta - Mahdan, namun dalam sisa waktu ke depan banyak hal kritis yang patut diwaspadai.

" Waktu kan 5 bulan lagi, memang dari semua lembaga yang survei kita bisa melihat trend Elektabilitas Ya - Maha cukup baik, stabil peningkatannya, namun ke depan ada beberapa jalur kritis yang harus mereka waspadai, “ungkap Fadli ketika diskusi in formal di Simon and Son Jambi (28/6) kemarin. "

Ketika ditanya jalur kritis yang dimaksud, pria yang berprofesi sebagai analisis data ini mengatakan dinamika pilkada Batanghari saat ini relatif sama dalam latar belakang calon maupun hal strategi branding, yang membedakan pola pergerakan di tataran grass root atau akar rumput.

"Dinamika disanakan hari ini sama, latar belakang calon jika mau jujur sebenarnya stok lama, dalam artian orang yang pernah berkiprah di Batanghari, ada anggota dewan, ada mantan birokrat, terus ada keluarga yang punya nama disana, ditambah pola mereka membranding juga sama betul, ngandalkan media sosial, alat peraga, barang kontak dan buzzer,” ungkapnya.

Dari berbagai titik kesamaan ini Fadli mengatakan sebagai pasangan yang diunggulkan Yunninta - Mahdan justru harus mewaspadai calon yang gerakannya tidak kelihatan, karena sulit dibaca kemana arahnya, inikan api dalam sekam bagi Yunninta, perlu diwaspadai.

"Untuk pasangan Yunninta dan Mahdan mereka harus mewaspadai calon yang gerakannya senyap, nggak kelihatan tapi menyimpan banyak skenario dan opsi di tataran grass root, dibanding bakal calon yang riaknya sama dengan dia,” ungkapnya sambil tersenyum.

Karena menurut pria yang lama menjadi enumerator data ini pergerakan calon yang senyap menandakan ada konsentrasi di satu lini, biasanya ini di fase akhir mereka akan main, sementara yang geraknya sama biasanya tak memiliki fokus yang jelas.

Ketika ditanya kandidat mana yang memakai pola senyap tersebut, Fadli dengan diplomatis mengatakan kawan - kawan lebih tahulah ngak usah disebut lagi. " Masalah politik kawan - kawan lebih tahulah, nggak usah diajari,” selorohnya.

Namun secara implisit pria yang gaul ini mengatakan secara basis massa dan jaringan Yunninta harus mewaspadai pasangan Hafiz - Camelia karena lebih teruji di politik di tingkat pilkada.(*/sm)









loading...