Dukungan Partai Mulai Digoyang, Calon Saling Jegal Di Pusat



Kamis, 25 Juni 2020 - 11:26:18 WIB



Ilustrasi
Ilustrasi

JAMBERITA.COM- Kontestasi Pilgub Jambi kembali memanas. Hal ini ditengarai adanya bakal calon yang mulai saling jegal di pusat.

Sejauh ini baru 3 partai yang sudah sudah mengeluarkan rekomendasi untuk bakal calon, yaitu PKS, Berkarya, dan PKB untuk pasangan Al Haris - Abdullah Sani.

PPP saat itu yang pertama kali memberikan dukungan kepada Sy Fasha. Namun, sifatnya baru sebatas surat tugas. Masih ada kemungkinan PPP digoyang oleh Cagub lain.

Terbaru, Sy Fasha dikabarkan menjalin komunikasi serius dengan Nasdem yang merupakan partai Fachrori Umar. Partai besutan Surya paloh ini goyang.

Tidak hanya itu, beberapa Cagub juga menjegal usaha Ratu Munawarah mendapatkan PAN.

Teranyar adalah Al Haris yang ingin dapatkan PAN dan saat ini berada di DPP. Fasha juga tidak kalah mengejar partai berlambang matahari terbit ini. Apalagi Bakri dari awal kurang merespon pencalonan Ratu.

Ditambah saat ini partai pemenang pemilu di Provinsi Jambi, PDI Perjuangan hingga saat ini belum menentukan arah dukungan karena ada 2 kader potensial yang maju, yaitu Abdullah Sani dan Safrial.

Tapi keduanya hanya maju sebagai cawagub. Sehingga bisa saja dukungan berubah jika mendadak ada cagub yang bersedia berjas merah.

Partai besutan Megawati Soekarnoputri ini juga menjadi rebutan, karena hanya tinggal menambah dua kursi saja. 

Dori Efendi selaku Pengamat Politik mengatakan, semua kandidat pasti ingin menjalin komunikasi dengan partai. Karena itu semua akan jadi sesuatu yang baik bagi calon kedepannya. Partai yang belum memberikan dukungan, memang sangat berpotensi besar untuk berpindah arah dukungannya.

"Merebut yang seperti itu (dukungan partai) pasti akan sangat sulit dilakukan, tetapi kemungkinannya terbuka. Mahar politik, lobi tingkat tinggi, win-win solution pastinya bisa bergeser dukungan tersebut," katanya ketika dikonfirmasi Jamberita.com, Kamis (25/6/2020).

Ia mengatakan, jika dukungan berpindah, partai juga harus memperhitungkan akankah dukungan ini berpindah tetap bisa maju dan cukup syarat. Ditambah lagi, partai pasti punya marwah untuk bisa melakukan hal-hal semacam itu. Apalagi jika ada kader internal yang maju dan diperhitungkan.

"Kandidat harus paham untuk bisa merebut dukungan. Kondisi jegal menjegal itu sendiri sudah sangat biasa terjadi. Tinggal lagi bagaimana perhitungan partai dan bakal calon dalam mendapatkan dukungan," tandasnya.

Artinya politik ini masih dinamis. Semua kemungkinan bisa terjadi termasuk pasangan calon. Selama rekomendasi belum keluar dan belum mendaftar ke KPU. (am)









loading...