JAMBERITA.COM- Bakal Calon Bupati Batanghari Hj. Yunninta Asmara, SH mengutarakan pandangannya tentang jabatan dan kekuasaan, menurutnya jabatan itu bukan kekuasaan tapi pengabdian.
" Bagi saya jabatan itu bukan kekuasaan yang mesti di kejar, tapi sebuah pengabdian yang harus kita jalani dengan penuh tanggung jawab, jelasnya di Batanghari (5/5) kemarin. "
Sehingga istri dari Bupati Batanghari itu menambahkan pada dasarnya manusia mengejar jabatan didorong oleh dua jenis ambisi. Yang dimaksud adalah ambisi kekuasaan dan ambisi pengabdian.
Yunninta Asmara sendiri yang berpasangan dengan tokoh politik dari Maro Sebo ulu (MSU) ini mengaku mencalonkan diri di Pilbup Batanghari berdasarkan ambisi pengabdian. Dalam upayanya, dia dilatari oleh keinginan untuk membangun daya saing Batanghari.
Dalam hal ini Yunninta mengatakan pertumbuhan ekonomi di Batanghari menghadapi tantangan berupa pemerataan, sehingga kesejahteraan bisa dinikmati semua kelompok.
Yunninta berkeinginan Batanghari ini menjadi rumah bagi segenap masyarakat, serta kesejahteraan merata di setiap penjuru.
"Ambisi saya lahir dari sebuah keikhlasan. Dalam mengejarnya, saya lempeng saja, berusaha di jalan lurus," ungkapnya.
Sehingga istri Bupati Batanghari Syahirsah ini pun mengajak para kandidat Bupati pesaingnya agar berkompetisi secara sehat. Dalam bersaing meraih jabatan, mesti menempuh cara-cara sehat.
"Mari kita berkompetisi dengan ambisi pengabdian, bukan kekuasaan. Tinggalkan cara-cara kotor seperti politik uang dan intimidasi," tandasnya.(*/sm)
Warga Pemayung ini Sebut Nomor Urut Satu Bagi Paslon Yuninta-Mahdan Simbol Kemenangan
Dukungan Tak Terbendung, Warga Desa Rawa Mekar Teriakkan Yunninta-Mahdan Harga Mati
Pimpinan Bawaslu Provinsi Jambi Rapid Test, Wein: Semuanya Negatif
Begini Gaya Yunninta Sosialisasi Membuat Masyarakat Jatuh Hati
Festival Batanghari 2026 Kembali Masuk KEN, Angkat Sejarah Jalur Rempah Sungai Batanghari


