JAMBERITA.COM- Himpunan Alumni Magister Teknologi Pendidikan (TP) Universitas Jambi (UNJA) sekaligus program magister tertua di Universitas Jambi melakukan gerakan “Magister Teknologi Pendidikan Peduli Covid 19.” Jum'at (1/5/2020).
Gerakan ini sendiri digagas oleh Ketua Alumni MTP, Dr. Sofyan dan beberapa alumni untuk turut berempati terhadap masyarakat yang terdampak Pandemi Covid 19 dengan tujuan selain meningkatkan rasa empati, juga turut peduli dengan memberikan paket sembako untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak.
"Kepedulian dihimpun dari para alumni yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jambi dan beberapa alumni yang berada di beberapa provinsi lain, gerakan ini dirilis sejak tanggal 15 April 2020, selama lebih kurang 15 hari telah mampu menghimpun dana tunai sebesar Rp12.200.000 lalu dikonversi dalam bentuk paket sembako yang dibagikan kepada masyarakat," ujarnya.
Dr Sofyan mengatakan kriteria yang mendapat donasi paket sembako dari para alumni itu mulai dari masyarakat yang di PHK, lansia, fakir miskin, yatim piatu, pensiunan guru, tenaga honorer lepas, petugas kebersihan sekolah, ibu-ibu kantin sekolah, ojek pangkalan, sampai dengan ke pemulung dan berlangsung dibagikan di Kampus Unja Kelurahan Orang Kayo Hitam, Pasar Jambi.
"Penyerahan donasi dihadiri langsung oleh Direktur Pascasarjana Unja Prof. Dr. Ir. Hj. Anis Tatik Maryani, M.P, Ketua Prodi Magister TP, Dr. Hary Sudarto Haryono, M.Pd, dan beberapa alumni sebagai panitia donasi, proses pembagian dilakukan dengan memperhatikan protocol penangan Covid 19, baik petugas maupun penerima manfaat dengan menghindari kerumunan massa, tetap menggunakan masker, dan mengatur jarak fisik," terangnya.
Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) telah berdampak luas, setidaknya berdasarkan laporan badan kesehatan dunia WHO, wabah Covid 19 ini sudah menyebar di 210 negara.
Pandemi ini telah mewabah di lebih dari 2 juta penduduk dunia dengan lebih dari 200 ribu kematian. Di Indonesia sendiri pandemi ini, menurut juru bicara Gugus Tugas Penangan Covid 19, sudah memakan korban dengan lebih dari 10 ribu pasien yang dinyatakan positif Covid 19, 700 lebih kematian dan yang sembuh sudah lebih dari 1000 orang.
Hal yang juga tak kalah mengerikan selain korban meningggal dan sakit adalah dampak lain dalam tatanan kehidupan masyarakat. Sektor perekonomian dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi akibat dari stagnya arus transaksi dan aktivitas perekonomian. Gelombang PHK terjadi dan menimbulkan pengangguran serta daya beli masyarakat yang menurun.
Tatanan sosial, dengan adanya kebijakan tentang social distancing (menjaga jarak social) dan physical distancing (menjaga jarak fisik) telah membatasi interaksi antarmanusia. Pelayanan public dan birokrasi dampaknya tidak bisa dilakukan secara langsung akibat para pegawai dan karyawan harus bekerja dari rumah (work from home). Dan yang tak kalah terdampak adalah dunia pendidikan dan pembelajaran.
Sudah lebih dari sebulan sejak pertengahan Maret 2020, sekolah-sekolah mulai dari TK sampai Perguruan Tinggi harus merumahkan peserta didiknya, mahasiswa, serta para pengajar (guru dan dosen). Praktis satu-satunya modal pembelajaran yang dapat dilakukan saat ini adalah dengan menggunakan jejaring sosial internet.
Semua aktivitas pembelajaran dilakukan dalam jaringan (Daring). Dahulu, sebelum pandemic pembelajaran daring atau e-learning merupakan strategi campuran (blended learning) dalam model pembelajaran yang penggunaannya tak lebih dari 50 persen. Artinya, pertemuan tatap muka tetap akivitas utama dalam interaksi pembelajaran.
Akan tetapi, akibat dampak pandemic Covid 19, total pembelajaran dilakukan secara Daring. Tentu ini ada semacam kekagetan (shock) bagi para guru, siswa, dan praktisi Pendidikan dan pembelajaran, bahkan orang tua. Betapa tidak perencanaan, pelaksanaan, penilaian, dan pembimbingan pembelajaran semuanya dilakukan secara Daring.
Siap maupun tidak tak ada pilihan lain, sementara proses harus tetap berjalan. Kenyataan ini tidak hanya dihadapi oleh dunia Pendidikan di Indonesia, bahkan dunia juga menghadapi hal yang sama.(afm).
Bupati Tanjab Barat Tinjau Rumah Warga Program Bedah Rumah BAZNAS
Ketua Komisi III Albert Chaniago Hadiri Peringatan Hari Buruh di Tanjab Barat
FKIK UNJA Sukses Gelar Pelatihan Kepemimpinan Nasional AMSA-Indonesia 2026 di Jambi
Beri Tambahan Masker, M Syukur Juga Berikan Paket Sembako ke Panti Jompo
Soal Mudik Lebaran Dalam Provinsi Jambi, Ini kata Polda Jambi



