SAH Minta Pemerintah Antisipasi PHK Massal Akibat Pandemi Corona



Senin, 13 April 2020 - 06:15:25 WIB



JAMBERIYA.COM- Anggota Komisi IX DPR RI bidang ketenagakerjaan Sutan Adil Hendra (SAH) mengatakan ancaman PHK membayangi para pekerja di Indonesia. Hal ini dipicu melesunya kegiatan ekonomi akibat pandemi Virus Corona (Covid-19) yang terjadi sejak awal 2020.

"Para pekerja dan dunia usaha sedang menghadapi bencana, baik skala perekonomian nasional dan daerah termasuk Provinsi Jambi," ungkap Bapak Beasiswa Jambi tersebut di saat melakukan kunjungan aspirasi secara virtual (11/4) kemarin. 

Menurut legislator asal Provinsi Jambi itu berdasarkan studi terbaru ILO, sebanyak 12 juta pekerja yang berada di sektor paling terdampak berisiko terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan pengurangan upah serta jam kerja.

Hal ini menurutnya perlu diperhatikan oleh pemerintah karena banyak dari mereka berada dalam pekerjaan yang berupah rendah dan berketerampilan rendah, sehingga hilangnya pendapatan secara mendadak menghancurkan kehidupan mereka, jelasnya.

Dalam hal ini, Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi itu mengatakan sektor usaha yang paling banyak menyumbang angka PHK, yaitu sektor perdagangan besar hingga mikro. Seperti rumah makan, tempat hiburan, mal dan perhotelan. Untuk sektor jasa juga berdampak besar, seperti ojek dan buruh harian.

"Alasan perusahaan merumahkan para pekerjanya, karena kemampuan perusahaan yang terbatas. Sehingga tidak mampu menutupi biaya operasional," ungkap SAH.

Sehingga lesunya kegiatan ekonomi membuat, pemerintah dan pengusaha harus mengambil langkah strategis demi menyelamatkan nasib para pekerja, atau memberi subsidi atau bantuan tunai bagi para korban PHK.

"Kondisi saat ini PHK tak bisa kita hindari, hanya bisa kita lakukan upaya jangan memperbanyak korban PHK, baik dengan stimulus ekonomi bagi pengusaha dan bantuan tunai langsung kepada buruh yang telah kena PHK," tandasnya.(*/sm)

 





Artikel Rekomendasi