Hari Isra Mi'raj, SAH : Mari Jadikan Sholat Sebagai Parameter Amal Ibadah



Minggu, 22 Maret 2020 - 06:27:27 WIB



JAMBERITA.COM- Makna Isra Mi'raj sebagai Mukjizat yang luar biasa ini adalah perintah shalat fardhu lima waktu bagi kaum yang beriman. 

Pernyataan ini disampaikan Anggota DPR RI Sutan Adil Hendra (SAH) ketika menanggapi Hari Isra Mi'raj (22/3/2020) Minggu.

"Ditinjau dari momen dan tempat turunnya perintah ini menunjukkan shalat fardhu itu sangat penting. Bahkan dalam satu hadis yang terkenal disebutkan, shalat fardhu itu sebagai parameter utama yang menentukan diterima atau ditolaknya amal-ibadah yang lain," ungkapnya di Jambi (21/3/2020) kemarin.

Bahkan tokoh yang dijuluki Bapak Beasiswa Jambi ini, seorang jika shalatnya baik dan diterima Allah SWT, maka amal-ibadah yang lain akan dianggap baik dan diterima. Tetapi kalau shalatnya rusak sehingga tidak diterima Allah, maka amalan yang lainnya akan dianggap rusak pula. 

Bahkan Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi ini mengutip Hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW. bersabda, 

“Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Maka, jika shalatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika shalatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi. Jika berkurang sedikit dari shalat wajibnya, maka Allah Ta’ala berfirman, ‘Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki shalat sunnah.’ Maka disempurnakanlah apa yang kurang dari shalat wajibnya. Kemudian begitu pula dengan seluruh amalnya.” [HR. Tirmidzi dan An-Nasa’i].

Sedemikian pentingnya kewajiban shalat fardhu ini, sehingga Allah SWT menurut SAH memerintahkan secara khusus kepada semua anggota keluarga, termasuk anak-anak, agar mengerjakannya dengan baik: “Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezki kepadamu, Kamilah yang memberi rezki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.” (QS. Thoha, 20: 132).

"Karena dengan shalat yang baik dan benar, niscaya akan terhindar dan menghindarkan diri dari segala perbuatan keji maupun mungkar. Dan hasilnya, hidup pun akan selamat dunia wal akhirat, yang merupakan dambaan setiap insan beriman," tandasnya.(*/sm)





Artikel Rekomendasi