Di Acara Germas, SAH Ingatkan Pentingnya Pencegahan Dini Corona Di Jambi



Rabu, 18 Maret 2020 - 07:43:35 WIB



JAMBERITA.COM- Kepedulian Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Sutan Adil Hendra (SAH) terhadap wabah pendemi penyakit Corona diperlihatkan dalam acara sosialisasi gerakan deteksi dini faktor resiko Penyakit Tidak Menular (PTM) di Aula Rumah Dinas Wakil Walikota Jambi (16/3) kemarin.

"Masyarakat penting untuk pro aktif dalam pencegahan penyebaran Corona di Provinsi Jambi, minimal kita preventif dengan hidup sehat, cuci tangan dan tidak beraktivitas di luar secara berlebihan," ungkapnya dihadapan puluhan peserta sosialisasi. 

Dalam kegiatan yang dihadiri Wakil Walikota Jambi Dr. dr. H. Maulana, MKM itu, SAH Bapak Beasiswa Jambi ini selain berbicara deteksi dini Corona, SAH juga menjelaskan kegiatan sosialisasi bertujuan untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan penemuan dini faktor resiko Penyakit Tidak Menular.

“Selain itu, mengontrol dan menjaga kesehatan secara optimal baik preventif seperti penyuluhan dan kuratif missal rujukan ke puskesmas. Serta meningkatkan cakupan deteksi dini PTM usia produktif,” katanya.

Menurut SAH pada awal perjalanan PTM seringkali tidak bergejala dan tidak menunjukkan tanda klinis secara khusus sehingga datang sudah terlambat atau pada stadium lanjut akibat tidak mengetahui dan menyadari kondisi kelainan yang terjadi pada dirinya.

“Keadaan ini mengakibatkan penanganan menjadi sulit, terjadi komplikasi bahkan berakibat kematian lebih dini," ungkapnya. 

Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi ini menambahkan, kematian akibat PTM mengalami peningkatan dari 41,7% menjadi 59,5%. Seperti prevalensi penyakit stroke 12,1 per 1000, penyakit jantung koroner 1,5%, gagal jantung 0,3%, diabetes melitus 6,9%, gagal ginjal 0,2%, kanker 1,4 per 1000, penyakit paru kronik obstruktif 3,7% dan cidera 8,2%,” jelasnya.

Padahal menurut SAH, penyakit tidak menular dapat dicegah dengan mengendalikan faktor resikonya. Yakni, merokok, diet yang tidak sehat, kurang aktifitas fisik dan konsumsi minuman beralkohol. Mencegah dan mengendalikan faktor risiko relatif lebih murah bila dibandingkan dengan biaya pengobatan PTM.

“Pengendalian faktor resiko PTM merupakan upaya untuk mencegah agar tidak terjadi faktor resiko bagi yang belum memiliki faktor risiko, mengembalikan kondisi faktor resiko PTM menjadi normal kembali atau mencegah terjadinya PTM bagi yang mempunyai faktor resiko."

"Selanjutnya bagi yang sudah menyandang PTM, pengendalian bertujuan untuk mencegah komplikasi, kecacatan dan kematian dini serta meningkatkan kualitas hidup,” ungkapnya.

Lebih lanjut Anggota Komisi IX DPR RI itu menjelaskan, salah satu strategi pengendalian PTM yang efisien dan efektif adalah pemberdayaan dan peningkatan peran serta masyarakat. “Masyarakat diberikan fasilitas dan bimbingan untuk ikut berpartisipasi dalam pengendalian faktor resiko PTM dengan dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk melakukan deteksi dini, monitoring faktor resiko PTM serta tindak lanjutnya. Kegiatan ini disebut dengan Pos Pembinaan Terpadu (Posyandu) PTM,” tandasnya.(*/sm)

 





Artikel Rekomendasi