Pertikaian di SMA TT Provinsi Jambi Berujung Damai, Satu Siswa Tetap Dikeluarkan



Sabtu, 07 Maret 2020 - 14:49:49 WIB



Suasana pertemuan di SMA TT
Suasana pertemuan di SMA TT

JAMBERITA.COM - Dugaan perkelahian pelajar kelas II MF Cs dengan MA siswa kelas 12 SMA Titian Teras Abdurrahman Sayoeti berujung damai secara adat, Sabtu (7/3/2020).

Mediasi itu berlangsung di salah satu gedung sekolah Titian Teras di Kabupaten Muaro Jambi, dihadiri Kabid SMA Dinas Pendidikan Misriadi, Kepala Sekolah (Kepsek) Pahrin Wirnadian, Ketua Lembaga Adat (LAM) dan mantan Ketua Komite Ivan Wirata dan pihak Kepolisian Jaluko.

Orang tua MF, Ismet Wijaya secara ksatria mengaku salah atas perbuatan anaknya kepada orang tua Afnan yang mengalami luka robek 8 jahitan di bagian kepala.

Kemudian Kuasa Hukum MF yakni Fifian juga menyampaikan ke forum mediasi agar meminta orang tua Afnan secara tulus mencabut laporan kepada pihak kepolisian Muaro Jambi.

"Karena ini pak sudah masuk ke ranah hukum dan kebetulan juga saya yang mendampingi anak anak di BAP, Alhamdulillah secara psikis anak anak tidak terganggu," tutur Fifian.

Selain meminta laporan orang tua MA mencabut laporan, Fifian juga meminta Kepsek Titian Teras Abdurrahman Sayoeti dapat memberikan sanksi yang ringan dengan tidak mengeluarkan anak anak yang diduga melakukan kesalahan terhadap temannya.

"Saya menyampaikan mewakili daripada 8 orang tua anak anak yang diduga pak, kemarin sudah di BAP," sebutnya.

Selanjutnya orang tua MA (Ayah) mengaku siap mencabut laporan kepada pihak kepolisian, tetapi dirinya tetap meminta kepada Kepsek harus tetap juga menegakkan peraturan yang ada. "Kalau untuk laporan saya siap, tapi kalau untuk aturan, kalau memang dikeluarkan ya dikeluarkan," jelasnya.

Kepsek SMA Titian Teras Abdurrahman Sayoeti Pahrin menambahkan selaku kepala sekolah TT ingin menyampaikan kepada semuanya mohon maaf bahwa dirinya tidak bisa mencabut keputusan bersama sama melalui manajemen sekolah yang telah disepakati.

"Mohon diterima kepada anak kita dipindahkan dari sini, demi tegaknya aturan disini dengan harapan semua berlapang dada, semoga yang terbaik untuk sekolah kita dan 7 orang anak lainnya sementara kita kembalikan ke orang tuanya," jelasnya.(afm)





Artikel Rekomendasi