Masuk Area Perkebunan, Warga Sepintun Resah Gajah Berkeliaran



Kamis, 05 Maret 2020 - 15:20:36 WIB



JAMBERITA.COM- Warga Desa Sepintun, Kabupaten Sarolangun resah dengan adanya gajah yang berkeliaran di area perkebunan dan lahan yang jaraknya 30 km dari pemukiman.

Pergerakan gajah itu diduga tak terpantau karena GPS Colar yang dikalungkan ke gajah rusak.

Marhoni, warga Desa Sepintun mengatakan, gajah saat ini berada di Simpang T Sepintun. Katanya, gajah tersebut berasal dari kawasan PT Reki, PT ALN, PT Samhutani dan PT AAS.

Perusahaan ini merupakan daerah konsesi HTI perkebunan kebun sawit warga. "Gajah ini lewat pos PTP lebih kurang 30 km dari jarak warga," ungkapnya.

Saat ini semua pihak, warga, perusahaan dan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi sedang konsultasi untuk mencari solusi persoalan gajah ini. Pertemuan itu digelar di Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Kamis (5/3/2020).

Kepala Seksi BKSDA Wilayah I Jambi Udin menyampaikan kronologis gajah yang diduga bernama Haris ini. Sebelumnya gajah yang berada di wilayah PT Reki, semuanya adalah betina.
Supaya ada peningkatan populasi, maka BKSDA mengirim gajah jantan dari Tebo. Pemindahan tersebut sudah izin dari Bupati Sarolangun.

"Kita akan cari solusi dan harus menjadi prioritas masyarakat agar konflik tidak meluas," ujar Udin.
Di sisi lain, peneliti PT Reki, Erwanda mengatakan memang ada tiga gajah yang tidak terdeteksi karena tiga kalung GPS collar tidak berfungsi, dua di antaranya terlepas.

"Karena GPS Colar yang rusak ini sehingga sulit diketahui keberadaan saat ini," ungkapnya.
Erwanda menyebut, konflik manusia dan gajah berada di luar konsesi PT Reki. Tindakan yang bisa diberikan terbatas. Namun bisa diberikan pelatihan untuk masyarakat untuk mengusir gajah yang aman.

Saat ini, di wilayah PT Reki ada 6 ekor gajah betina dalam satu kelompok dan dua jantan di bukit tigapuluh.

"Usaha PT Reki memberikan pelatihan menghalau dan mengusir gajah meski secara teori," jelasnya.
Sementara Jefriando dari PT AAS mengatakan, pada 21 November 2019 lalu pernah gajah masuk ke PT AAS. Itu terlihat dari kotoran dan jejak yang masih basah dan langsung digiring ke zona gajah di PT Reki.

"Harus ada maintenance kalung GPS colar tersebut, memastikan agar berfungsi. Dan bisa dimonitor agar tidak masuk ke areal perusahaan dan perkebunan warga," imbuhnya. (sm)



Artikel Rekomendasi