JAMBERITA.COM- Presiden RI Joko Widodo mengumumkan dua warga negara Indonesia yang positif virus corona pada 2 Maret lalu.
Masyarakat Indonesia mulai merasa resah dengan adanya kejadian ini.
Di Provinsi Jambi sendiri sejak sebulan lalu mulai dari awal Februari ini stok masker sudah kosong.
Beberapa apotek di Kota Jambi dan beberapa kabupaten di Provinsi Jambi mengaku sudah tidak memiliki persediaan masker.
Pj Sekda Provinsi Jambi Sudirman ikut bicara mengenai hal ini.
Menurutnya saat ini pemprov Jambi sudah melakukan koordinasi untuk melakukan semacam razia kepada para pedagang agar tidak ada tindakan dan upaya penimbunan masker.
"Karena itu kemarin kita sudah mendiskusikan akan melakukan semacam razia untuk para penjual masker agar tidak melakukan upaya-upaya penyimpanan atau penimbunan", ujarnya. (5/3/2020)
Sudirman juga menjelaskan bahwa jika kesedian masker kosong maka bisa terjadi inflasi untuk perekonomian provinsi Jambi.
Sudirman juga menjelaskan bahwa masyarakat harus lebih bijak menggunakan masker.
Masker sendiri menurut Sudirman diperuntukkan untuk yang sakit.
Selanjutnya Kepala Dinas Kesehatan Samsiran menjelaskan bahwa untuk masker di Dinkes sendiri masih ada kesediannya. Samsiran menambahkan bahwa ada sekitar 3 ribu sampai 4 ribu masker tersedia untuk tenaga medis. "Jadi kita siapkan masker untuk yang rumah sakit sama Puskesmas karena kan petugas kesehatan berhubungan dengan pasien", ujarnya. (sap)
Pertamina : Informasi Larangan Pertalite untuk Kendaraan Merk Tertentu per 1 Juni 2026, Tidak Benar!
Kemenkum Jambi Selaraskan Empat Ranbup Batang Hari, Mulai dari Aturan RSUD hingga RKPD 2027
Perkuat Ketertiban Daerah, Kemenkum Jambi dan Satpol PP Tanjab Barat Godok Ranperda Inisiatif Baru
Undang Pengusaha, Gubernur Fachrori Ajak Ikut Revitalisasi Kebun Binatang Taman Rimba
Selain Lahan 13,4 Ha untuk Kodam, Al Haris Juga Hibahkan Dana Rp2,5 M Pembangunan Rumdis Kasrem

