JAMBERITA.COM - Gejolak Virus Korona yang saat ini menghantui masyarakat Indonesia pada umumnya dan Jambi pada khususnya. Pasalnya, hampir di seluruh apotek yang berada di wilayah hukum Polda Jambi mengalami kekosongan sejak 1 bulan lalu. Menyikapi hal itu, Direktur Narkoba Polda Jambi, Kombes Pol Eka Wahyudianta Selasa sore (3/3/2020) memantau peredarannya.
Tidak hanya itu, cairan antiseptik pun mengalami kekosongan. Akibat sulitnya mendapatkan stok kedua benda itu, menyebabkan meningkatnya harga jual.
Seperti, harga masker sebelum mengalami kekosongan berkisar di harga Rp 35 ribu per box yang berisikan 50 pcs, namun saat ini mencapai Rp 250 ribu hingga Rp 500 ribu per boxnya.
Dikatakan Direktur Direktorat Narkoba Polda Jambi, Kombes Pol Eka Wahyudianta pemntauan ini dilaksanakan guna memastikan tidak ada yang memanfatkan situasi saat ini untuk meraup keuntungan pribadi.
"Tadi sekitar 2,5 jam kita keliling guna memantau dan memastikan peredaran masker dan antiseptik agar tidak ada yang bermain-main dengan situasi saat ini. Ada belasan apotek di Kota Jambi kita pantau, dan semuanya mengalami.hal yang serupa,"ujarnya.
Lanjut pria berpangkat 3 melati di pundak itu, selain memantau tim satgas juga mewawancarai disetiap penanggung jawab apotek dan mendapati informasi bahwa saat ini tidak adalagi pengiriman Masker maupun Antiseptic dari Agen maupun Distributor ke Apotek-apotek.
"Kita minta masyarakat tetap tenang dalam menghadapi situasi saat ini dan jangan sampai menimbulkan gejolak-gejolak ditengah masyarakat," tandasnya. (one)
Ekonomi Jambi Tumbuh 4,33 Persen Triwulan I 2026, Angka Pengangguran dan Ketimpangan Gender Menurun
Bupati Anwar Sadat Sambut dan Apresiasi Kunjungan Menkes RI ke RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal
Dorong Daya Saing Daerah, Abun Yani Sampaikan Ranperda Inisiatif Fasilitasi HKI Jambi


Kejati Jambi dan Angkasa Pura II Teken PKS, Perkuat Kepatuhan dan Pendampingan Hukum


