JAMBERITA.COM- Ketua TP PKK Batanghari Hj. Yunninta Asmara, SH mengatakan daerah Batanghari potensial untuk mengembangkan budidaya madu.
Menurutnya ada ahli Madu dari Trenggalek Jawa Timur yang melakukan survei di Batanghari, Dimana menurut ahli madu tersebut membudidayakan lebah jenisTrigona bee sangat potensial dikembangkan di Batanghari.
Budidaya lebah belum banyak dilirik oleh peternak meski memiliki sejumlah kelebihan, modalnya cukup meletakkan ratusan kotak kayu berukuran kecil.
Yunninta mengatakan dengan vegetasi dan cuaca yang ada di Batanghari lebih jenis Trigona bee bisa menghasilkan madu lumayan banyak. Apalagi lebah yang satu ini tidak menyengat.
Sain itu budidayanya pun tidak sulit, dan konon hanya dibutuhkan waktu 3-4 bulan bisa panen, serta lebah ini tidak membutuhkan perawatan yang rumit, terlebih hewan bersayap tersebut tidak membutuhkan pakan.
"Kalau kita ternak lebah ini tidak perlu cari pakan atau beli pakan, karena lebahnya yang cari pakan sendiri. Hanya saja kita harus teliti dan selalu mengontrol perkembangannya, terutama dari serangan predator, salah satunya semut, ini potensial dikembangkan di Batanghari untuk menambah pendapatan.
Menurut Yunninta dari penelitian petani lebah tersebut dari hasil peternakan yang dikembangkan setengah tahun terakhir, satu peternakan rata-rata mampu menghasilkan madu hingga 2 liter. Madu murni itu rata-rata dijual dengan harga Rp 600 ribu per liter, ini tentu menjadi sumber pendapatan jika berani memulai.(*/sm)
Keuangan Daerah Belum Memenuhi Belanja Minimum 2026, Pemkab Batang Hari Ikuti Asistensi Pusat
Wamentan dan Bupati Fadhil Arief Tanam Padi Serentak di Batang Hari, Targetkan 8 Ribu Hektar
Keluarga Besar Mantan Bupati Pertama Tanjabtim Siap Memberi Dukungan Untuk Romi Hariyanto
Golkar Buka Penjaringan Pilgub, Tim Cagub Langsung Pasang Kuda-Kuda


Optimalkan Kinerja B04, Kanwil Kemenkum Jambi Kejar Percepatan Anggaran dan Reformasi Birokrasi


