Soal Virus Corona, 3 Orang Dekat Pasien yang Dilarikan ke RSUD Raden Mattaher Jambi Cemas



Minggu, 26 Januari 2020 - 20:25:43 WIB



dr Dewi Lestari
dr Dewi Lestari

JAMBERITA.COM - Cerita heboh dugaan terhadap salah satu pasien yang terserang virus Pneumonia Corona lalu diwaspadai dan dilarikan ke RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi membuat orang dekat pasien cemas.

Wakil Direktur Pelayanan (Wadiryan) RSUD Raden Mattaher dr Dewi Lestari menceritakan, pasien awalnya masuk ke rumah sakit Siloam dan dirujuk ke rumah sakit pemerintah sekitar pukul 21.00 WIB malam kemarin Sabtu (25/1/2020).

Setelah dilakukan annemesa di Siloam, pasien mengaku habis berpergian dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei Republik Tiongkok, dimana awalnya penyakit yang belum jelas etimologinya itu telah mewabah sehingga menjadi kewaspadaan pihak rumah sakit untuk segera ditangani.

"Kita memberikan fasilitas ruangan (isolasi) pelayanan karena ini sudah isu internasional dan RSUD Raden Mattaher sudah ditunjuk oleh Kemenkes RI untuk menjadi rujukan bagi pasien yang terduga ya," ujarnya ketika ditemui awak media, Minggu (26/1/2020).

Setelah satu dirawat, 3 orang dekat pasien mendatangi pihak RSUD Raden Mattaher Jambi karena merasa cemas agar diperiksa apakah mereka juga terserang atau tidak. "Intinya ini mengantisipasi saja kan baru diduga, tidak kita rawat karena memang hanya screening awal saja," tuturnya.

Terkait dengan itu pihak RSUD Raden Mattaher menyatakan komitmen menampung pasien yang terserang untuk kasus-kasus khusus, sejauh ini awalnya pihaknya menyiapkan 1 ruangan isolasi dengan tiga tempat tidur.

"Sedang kita siapkan tiga kamar lagi, bisa dua tempat tidur di dalam. Karena kan ini volume keberangkatan dari luar Negeri dengan hari libur ini kan. Takutnya nanti ada kiriman dari KKP kita hanya menunggu screening dari Bandara," ungkapnya.

Dewi juga mengaku sejak heboh soal dugaan itu pula pihak RSUD Raden Mattaher sejak malam tadi Sabtu (26/1/2020) telah mensterilkan dan menghimbau kepada masyarakat yang berkunjung ke rumah sakit plat merah tersebut.

"Detailnya mengenai besok Senin (27/1/2020) itu kita berikan keterangan (jumpa pers) dari dokter yang merawatnya," jelasnya.

Kesiapsiagaan dan antisipasi penyakit ini rumah sakit telah menyiapkan jalur khusus yang jalurnya tidak banyak bertemu orang, seperti dugaan terhadap pasien diatas, dia harus melewati jalur khusus dari belakang melawati kamar jenazah, meski pun positif atau negatifnya pasien belum jelas.

"Ini masih belum jelas kan, yang jelas kita harus membatasi diri untuk dari keramaian, berpergian keluar negeri dan antisipasi dengan meningkatkan daya tahan tubuh, vitamin, istirahat yang cukup, selalu mencuci tangan dan etika batuk, karena virus ini penyebarannya lewat udara," tuturnya.

Sementara Pemerintah provinsi Jambi akan menggelar jumpa pers besok, Senin (27/1/2020) untuk menjawab soal pasien yang diduga suspek virus corona ini. Tapi kemudian muncul cuitan Twitter dan pesan singkat yang tersebar bahwa hasilnya sudah keluar dan dinyatakan negatif.(afm)

 

 









loading...