Waspada Virus Pneumonia, Dinkes Provinsi Jambi Layangkan SE Kesiapsiagaan



Jumat, 24 Januari 2020 - 15:06:24 WIB



JAMBERITA.COM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jambi melayangkan Surat Edaran (SE) kesiapsiagaan dan antisipasi penyebaran penyakit Pneumonia yang belum diketahui etiologinya dari Tiongkok.

Kepala Dinkes (Kadinkes) Provinsi Jambi dr Samsiran Halim membenarkan telah menindaklanjuti SE Kementrian RI Ditjen Pengendalian Penyakit (P2P) untuk kesiapsiagaan dan antisipasi terkait penyebaran penyakit pneumonia berat yang belum diketahui etiologinya.

"Di mana telah terjadi wabah virus pneumonia di kota Wuhan Provinsi Hubei Republik Rakyat Tiongkok yang telah menginfeksi puluhan orang di kota tersebut," tuturnya, Jum'at (24/1/2020).

Untuk itu diharapkan kepada Dinkes Kabupaten/kota agar melakukan tindakan kewaspadaan dengan mengambil langkah deteksi dini dan pencegahan, agar seluruh jajaran Dinkes untuk melakukan deteksi pencegahan, respon dan antisipasi munculnya kasus-kasus dengan gejala pneumonia berat dengan etiologinya tidak jelas.

"Seperti di Tiongkok yang lagi marak saat ini untuk berobat ke Fasyankes pemerintah dan swasta di wilayah kerja saudara, baik di Fasyankes primer maupun rujukan," ujarnya.

Apabila ditemukan kasus-kasus tersebut kata Samsiran, Fasyankes agar melakukan tatalaksana isolasi, segera dilaporkan secara berjenjang sesuai dengan sistem surveilans kesehatan kabupaten kota setempat, untuk sehingga dapat diteruskan ke Dinkes Provinsi dan diteruskan ke Ditjen P2P Kemenkes.

"Jika ditemukan kelompok atau klaster dari kasus-kasus tersebut di wilayah kabupaten kota, wilayah kerja saudara agar dilakukan investigasi dan penanggulangan sesuai ketentuan yang berlaku untuk mencegah penularan dan penyebaran lebih lanjut, agar kejadian tidak meluas menjadi KLB/kejadian luar biasa," terangnya.

Samsiran juga meminta agar seluruh jajaran Dinkes kabupaten kota se Provinsi memantau perkembangan kasus kasus pneumonia berat yang tidak diketahui etiologi ini melalui media mainstream dan media online untuk dapat melakukan langkah-langkah yang diperlukan sekaligus melakukan koordinasi dengan lintas sektor dan lintas program yang terkait.

"Terutama rumah sakit untuk melakukan isolasi terhadap pasien yang datang dengan tanda/gejala pneumonia dan ada riwayat perjalanan dari negara terjangkit dalam 14 Hari sebelum munculnya gejala, berikan pengobatan, perawatan yang sesuai terhadap pasien dengan dan melakukan pengambilan sampel, pengepakan dan pengiriman spesimen dan berkoordinasi dengan Dinkes Provinsi," pungkasnya.(afm)












loading...