Pemkab Tanjabtim Targetkan KLA Tingkat Madya di Tahun 2020



Sabtu, 14 Desember 2019 - 10:44:45 WIB



JAMBERITA.COM, MUARA SABAK - Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, akan menargetkan di tahun 2020 nanti Kabupaten Termuda di Provinsi Jambi ini bisa menjadi Kabupaten Layak Anak (KLA) di Tingkat Madya. Dimana saat ini, baru berstatus Tingkat Pratama.

Hal itu disampaikan Kadis Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak (DSP3A) Tanjabtim Muhammad Ridwan, melalui Sekretaris Abdul Azis mengatakan. KLA akan terwujud jika semua elemen masyarakat memiliki komitmen dan kepedulian yang sama.

"Anak adalah penerus bangsa. KLA merupakan sarana pendampingan untuk pemenuhan hak atas anak yang diatur dalam UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak," ujar Azis, sapaan akrabnya.

Saat ini pihaknya juga sedang upayakan akselerasi program dan kegiatan penguatan kelembagaan melalui pembentukan Gugus Tugas Kecamatan Layak Anak dalam rangka mewujudkan Kecamatan Layak Anak (Kelana).

Azis juga mengatakan, di Tahun 2019 ini pembentukan gugus tugas di Empat Kecamatan, seperti Dendang, Geragai, Kuala Jambi dan Muara Sabak Barat telah terlaksana.

"Termasuk Desa atau Kelurahan dalam wilayah kerjanya menjadi Desa atau Kelurahan Layak Anak (Dekelana). Gugus tugas ini nantinya menyusun berbagai program dan kegiatan dalam mewujudkan KLA termasuk monitoring dan pelaporan," ungkapnya.

Selain itu Azis juga menjelaskan, kedepannya sekolah yang dikelola Pemkab Tanjabtim sebaiknya berstatus layak anak, baik tingkat SD maupun SMP. Demikian pula untuk 17 Puskesmas, 73 Desa dan 20 Kelurahan.

Targetnya lebih tinggi, yaitu 100 persen. Artinya, Desa dan Kelurahan di Tanjabtim akan berstatus layak anak. Adanya peran serta dunia usaha, media dan masyarakat dalam meningkatkan pemenuhan hak dasar anak di wilayahnya masing-masing, antara lain Hak Hidup Lebih Layak, Hak Tumbuh dan Berkembang, Hak Perlindungan dan Hak Berpartisipasi sangat diharapkan.

"Kalau saat ini sudah terbentuk gugus tugas di Empat Kecamatan, 10 Kelurahan dan 18 Desa, 10 sekolah ramah anak dan delapan Puskesmas ramah anak. Serta lima forum anak, yang terdiri dari satu forum anak Kabupaten dan empat forum anak Kecamatan,” jelasnya.

Azis juga menambahkan, terkait gugus tugas Kecamatan layak anak, setidaknya ada regulasi tertulisnya berupa Surat Keputusan (SK) Camat, Desa atau Lurah. Sedangkan Kecamatan layak anak harus memenuhi 16 indikator spesifik minimum dan Desa atau Kelurahan layak anak memenuhi Lima indikator dasar.

"Pertama, setiap Desa atau Kelurahan nantinya harus memiliki Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Kedua, sudah terbentuk forum anak Desa. Ketiga, memiliki profil anak. Keempat, tersedia tempat bermain ramah anak dan yang Kelima, harus ada gugus tugas layak anak," pungkasnya. (ipn)




Tagar:

# TANJABTIMUR








loading...