JAMBERITA.COM- Anggota DPR RI Komisi IX dari Fraksi Partai Gerindra Sutan Adil Hendra (SAH) mengatakan BPOM menjadi salah satu pendorong kemajuan industri obat dan makanan.
Pernyataan ini disampaikannya ketika memberi materi dalam kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) untuk Masyarakat Pangan Aman dan Terbebas Dari Bahan Berbahaya di LPMP Jambi (13/12) kemarin.
Menurutnya BPOM memainkan peran sebagai mitra bagi pelaku usaha dalam mewujudkan pangan aman dan bebas dari zat berbahaya.
"Dewasa ini fungsi Koordinasi BPOM harus diperkuat, tempatkan diri sebagai mitra usaha dalam mewujudkan pangan aman dan bebas zat berbahaya," jelasnya dihadapan ratusan pemangku kepentingan di Jambi.
Dalam kegiatan yang dihadiri Kepala Bidang Kimia Obat NAPPZA BPOM RI Dwi Damayanti, S.Si., Apt., M.Farm, Wakil Walikota Jambi Dr.dr. H. Maulana MKM, Kepala BPOM Provinsi Jambi Drs. Antoni Asdi, M.Pharm itu SAH mengatakan perlu standar dalam menjadikan pelaku usaha mitra mewujudkan pangan aman dan bebas zat berbahaya.
"Pengawasan harus bertumpu pada standar yg telah ditetapkan, tidak mempersulit para pelaku usaha disini pentingnya Komunikasi, Informasi dan Edukasi," ungkapnya.
Sistem pengawasan obat dan makanan sendiri menurut SAH sebenarnya terdiri dari tiga lapis yang terdiri dari pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat merupakan suatu kesatuan yang utuh dan tak dapat dipisahkan.
Ketiganya memiliki peran yang sama pentingnya dan saling mendukung satu sama lain dalam memastikan obat dan pangan yang aman serta menjamin ketiadaan penyalahgunaan, penyimpangan, dan kejahatan di bidang obat dan makanan.
Sehingga BPOM sebagai regulator dan pengawas harus menjadi mitra bagi pelaku usaha dalam menyediakan produk yang aman, berkhasiat, dan bermutu. Hal tersebut dilengkapi oleh peran masyarakat yang harus aktif memilah dan memilih obat dan makanan yang dikonsumsinya.(*/sm)
Artikel Rekomendasi