Festival Media AJI Resmi Dibuka, Ini Kata Gubernur Jambi



Sabtu, 16 November 2019 - 16:40:25 WIB



JAMBERITA.COM- Gubernur Jambi Fachrori Umar secara resmi membuka Festival Media 2019 Aliansi Jurnalis Independen (AJI) yang mengusung tema "Literasi di Era Disrupsi".

Acara tersebut berlangsung di Kantor BPSDM Provinsi Jambi di kawasan Kota Baru (Kobar) Sabtu (16/11/19). Dan kegiatan ini akan berlanjut sampai dengan Minggu 17 November 2019 besok.

Disrupsi dapat dikatakan sebagai era perubahan yang terjadi begitu cepat dengan perkembangan teknologi mengalami pergeseran sehingga perusahaan teknologi digital merajai dunia dengan kemampuan data yang menjadi informasi penting.

"Agenda tahunan AJI dengan menjadikan Jambi sebagai tuan rumah diharapkan mampu membawa dampak persiapan menyikapi Era Disrupsi,"paparnya.

Di Era Disrupsi mendorong terjadinya digitalisasi bidang pemberitaan dan jurnalistik, kata Fachrori teknologi digital dapat diakses oleh hampir semua kalangan dan informasi berkembang sangat pesat bahkan penyebarannya semakin cepat.

"Dengan adanya Festival Media 2019 dapat menjadi wadah silaturahmi dikemas dalam berbagai ajang edukatif," tuturnya.

Menyikapi Era Disrupsi merupakan suatu upaya meningkatkan kemampuan para jurnalis dalam menyampaikan berita yang aktual dan terpercaya serta menyikapi fenomena dan situasi dimana perubahan yang terjadi sangat cepat melahirkan model baru yang lebih inovatif.

"Mudahnya akses informasi dan pemberitaan memiliki dampak positif yaitu mengedukasi dan meningkatkan kesadaran akan hal-hal yang terjadi di lingkungan sekitar sampai lingkup dunia, namun kredibilitas informasi yang disediakan bisa saja bias dan dikarang pihak-pihak tertentu yang berniat memprovokasi,"ujarnya.

Keberadaan sosial media melahirkan masyarakat informasi yang setiap detik mampu menyampaikan informasi tanpa melalui tahapan atau kode etik jurnalistik yang semakin menuntut ketelitian dan kesabaran semua pihak melakukan verifikasi informasi yang berkembang.

"Peningkatan kemampuan para jurnalis bisa menyampaikan informasi dan berita lebih akurat, jelas dan sebagai sumber yang bisa dipercaya kredibilitasnya," tuturnya.

Fachrori berharap acara dapat berjalan sukses dan lancar serta menjaga silaturahmi sesama jurnalis, termasuk juga hubungan pemerintah dan jurnalis."Semoga Jambi diberikan kepercayaan lagi untuk dapat melaksanakan event sehingga menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Jambi melalui tulisan yang dibuat anggota AJI," tandasnya.

Ketua Umum AJI Indonesia Abdul Manan menyampaikan lahirnya organisasi AJI itu pada tahun 1994 silam dan sekarang sudah beranggotakan sebanyak 1.800 orang dengan 38 cabang dari seluruh Indonesia.

"Aliansi ini bersyukur mampu selamat menempuh perjalanan hingga saat ini, kita juga melakukan advokasi kebebasan pers, tingkatkan profesionalisme juga meningkatkan kesejahteraan pers dan tidak membolehkan anggota AJI menerima "amplop" itu bagian dari kebaikan profesi agar AJI bisa terjaga," tambahnya.

"Kalau ada yang ajukan proposal ke Pemda tolong laporkan, ini semua untuk menjaga independensi organisasi AJI," sebutnya.

Abdul Manan menyikapi luar biasanya Era Disrupsi terjadi yang mesti disikapi secara cerdas bagi jurnalis maupun pihak terkait terlebih itu informasi yang beredar luas di media sosial (medsos) juga memiliki dampak terhadap informasi yang tidak seimbang dan tidak melalui kaidah jurnalistik.

"Harus diakui saat ini berkurangnya pembaca koran dan berpindah ke medsos, wartawan tidak lagi memonopoli sumber informasi karena ada medsos dan jurnalisme warga, ketergantungan pada medsos," jelasnya.

Ketua AJI Jambi Ramond EP menyampaikan, Fesmed memunculkan beberapa Ikon Daerah Jambi yang menurut pandangannya mendapat perhatian besar dari masyarakat dan terlihat dari antusiasme pendaftaran kelas atau workshop.

"Setiap kelas pendaftarannya membludak dan workshop bukan hanya untuk AJI akan tetapi siapa saja masyarakat yang peduli akan literasi,"katanya.

Berdasarkan pantauan di lokasi kegiatan, setelah pembuahan sampai dengan sekitar pukul 16.00 WIB tampak ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi antusias mengikuti workshop yang terbagi dari beberapa kelas yang diadakan.(afm)





Artikel Rekomendasi