Pembangunan Fly Over Ditunda, Fauzi Ansori: Tidak Ada Dusta Diantara Kita



Rabu, 06 November 2019 - 15:01:42 WIB



JAMBERITA.COM - Rencana pembangunan Fly Over Simpang Mayang Kota Jambi dengan nilai Rp198 Miliar di Tahun 2020 resmi ditunda sampai dengan waktu keuangan daerah membaik.

Ketua Komisi III DPRD Provinsi Jambi Fauzi Ansori mengatakan hasil dari pembahasan antara komisi III dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ternyata masih banyak target indikator kinerja yang belum terpenuhi.

"Oleh karena itu kami melihat mana program program yang belum begitu prioritas itu diarahkan untuk mencapai target indikator kinerja Pak Gubernur," ungkapnya, Rabu (6/11/2019).

Fauzi mengatakan, pihaknya telah melakukan pembahasan secara simultan dari pagi, siang sampai dengan malam dan akhirnya pagi ini Rabu, hasilnya bisa disepakati antara Komisi III dan PUPR Provinsi Jambi dalam pencapaian target indikator kinerja di bidang infrastruktur dalam rangka mencapaian Jambi Tuntas 2021.

"Yang belum prioritas ditunda dan dialihkan, switching kepada kegiatan kegiatan inprastruktur yang mengarah kepada pencapaian target indikator kinerja," tuturnya.

Ia mengatakan, Komisi III tidak pernah mencoret rencana pembangunan melainkan melakukan penundaan yang belum prioritas dan diarahkan misalnya di bidang cipta Karya itu ada sekitar Rp64 miliar anggarannya yang diarahkan untuk pencapaian target capaian kinerja.

"Khususnya di air minum, lingkungan permukiman kumuh ya dan lain sebagainya, kemudian juga di sumber daya air kita fokus kepada penanganan infrastruktur yang menjadi kewenangan provinsi," ujarnya.

Diluar kewenangan provinsi itu dilihat urgensinya secara perwilayahan.

Fauzi mengatakan apabila melintasi dua Kabupaten maka itu kewenangannya akan mereka ambil alih.

"Jadi ini pembahasan bener-bener serius ya, kita tidak ada dusta diantara kita, yang kita harapkan bagaimana infrastruktur di Jambi akan lebih baik dimasa yang akan datang," jelasnya.

Mantan Kepala Bappeda Provinsi Jambi ini memastikan hampir 50 persen kegiatan-kegiatan yang diusulkan itu mereka lakukan fokus dengan program dan kegiatan dalam rangka mencapai target, mengenai fly over itu sebut Fauzi bukan persoalan setuju atau tidak setuju.

"Iya itu memang dibutuhkan, tetapi ketika posisi keuangan daerah definisit Rp186 miliar, maka kami juga harus melihat harus memfokuskan sementara waktu target target yang harus dicapai sampai dengan 2021, khususnya infrastruktur jalan dan jembatan di Provinsi Jambi," katanya.

Khususnya jalan di Provinsi Jambi itu memiliki sepanjang 1052 KM sementara hanya, tidak sampai 10 persen anggarannya oleh karena itu komisi III meminta untuk fokus dulu dengan pembangunan jalan.

"Misalnya jalan Senyerang di Tanjabar, arah jalan ke Ujung Jabung, Simpang Palawan Barat arah jalan ke Simpang Palawan Sungai Salak pekan Gedang, Jalan Simpang Ness Sungai Buluh Sungai Durian kemudian Jalan Jangkat, kita masih punya PR menyelesaikan target multiyers tahun 2011 dulu," tambahnya.

Untuk diketahui sendiri rencana pembangunan flyover ini sudah direncanakan Pemprov Jambi sejak tahun 2012 sampai dengan 2018-2019 sudah dianggarkan.

Tetapi tidak terlaksana, dan di tahun 2020 sepertinya fly over kembali gagal dilaksanakan lagi.

"Jadi kita kembalikan ke PU untuk menyusun kembali kebutuhan anggaran secara berkeadilan di provinsi Jambi, mohon maaf sekali lagi, bukan tidak menyetujui, tapi kami hanya menunda. Tahun depan kami setujui ketika anggaran kita tidak sampai dengan keuangan daerah membaik, dan anggaran kita arahkan untuk mencapai target bapak Gubernur," pungkasnya.(afm)












loading...