Suara Mahasiswa Tanggapi Pelantikan 12 Senator Senayan Asal Jambi: Jangan Lupa dengan Janji



Selasa, 01 Oktober 2019 - 16:31:11 WIB



Ilustrasi
Ilustrasi

JAMBERITA.COM - Anggota DPD dan DPR RI hari ini, Selasa (1/10/2019) resmi dilantik.

Untuk Jambi sendiri ada 8 orang perwakilan DPR RI dan 4 orang DPD RI yang dilantik.

Untuk DPR RI ada nama Hasan Basri Agus, Ihsan Yunus, Hasbi Anshori, Sutan Adil Hendra, Saniatul Lativa, Sofyan Ali, Zulfikar Achmad, dan A. Bakrie.

Untuk DPD RI sendiri yaitu M. Syukur, Ria Mayang Sari, Elviana, dan Sum Indra.

Banyak harapan yang muncul dari 12 orang perwakilan masyarakat Jambi yang ada di senayan untuk 5 tahun kedepan, terutama dari kalangan Organisasi Kemahasiswaan dan Pemuda (OKP) yang memang terus menyoroti kinerja dan kebijakan yang nantinya diambil oleh para wakil rakyat ini.

Ketua Badko HMI Provinsi Jambi, Iin Habibi, mengatakan, pihaknya atas nama keluarga besar HMI mengucapkan selamat kepada seluruh anggota DPR RI yang dilantik hari ini, terkhususnya dapil Jambi.

Kemudian pihaknya berharap seluruh anggota DPR RI yang dilantik hari ini dapat bekerja secara maksimal dan bisa menepati janji-janji politiknya pada masyarakat Provinsi Jambi.

"Janji politik yang disampaikan saat pemilu lalu wajib ditepati," katanya.

Selain itu, pihaknya ingin program pembangunan nasional, baik infrasruktur dan SDM untuk bisa dibawa ke Jambi. Ini untuk mengejar ketertinggalan dari provinsi lain yang sudah lebih dulu menjadi prioritas pembangunan nasional.

"Butuh kerja keras dari semua perwakilan yang ada di senayan untuk membawa program tersebut ke Jambi," sebutnya.

Sementara itu, Ketua PKC PMII Provinsi Jambi, Hengki Tornado, mengatakan, pihaknya ingin para dewan yang dilantik supaya tetap selalu berjuang menjalankan apa yang menjadi aspirasi rakyat sebagai fungsi dan tugas sebagai anggota dewan. Selain itu, pihaknya ingin perwakilan di senayan itu mengawasi jalanya pembangunan yang dilakukan pemerintah pusat.

"Ini untuk terciptanya pembangunan yang merata, terkhususnya pembangunan di Provinsi Jambi," katanya.

Ia juga ingin para dewan ini memperhatikan hal-hal yang bersangkutan dengan pendidikan, kemiskinan, dan ekonomi kerakyatan. Ini harus dilakukan agar masyarakat tidak lagi ketergantungan pada satu komoditi penghasilan.

Yang bisa meningkatkan ekonomi masyarakat, tentunya menekan angkah kemiskinan yang juga berdampak pada angka pendidikan yang lebih baik. "Ini sangat harus menjadi perhatian para anggota dewan dipusat untuk bisa membenahi Jambi kedepan," ucapnya.

Ketua GMNI Jambi, Eldaniel Siallagan, mengatakan, anggota dewan yang dilantik hari ini harus membawa program dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat dan berprinsip pada keadilan. Selain itu, pihaknya ingin anggota dewan itu diharapkan mampu sebagai panutan anti korupsi, kolusi, dan nepotisme bagi masyarakat dan bukan sebagai pelaku korupsi.

"Juga harus mampu memperbaiki mutu dan menjamin pendidikan untuk rakyat di Provinsi Jambi," katanya.

Selain itu, DPR harus menampung seluruh aspirasi dari masyarakat kecil seperti buruh, tani, dan lainnya. Selain itu juga harus berani mengambil kebijakan tegas terhadap kejadian - kejadian yang memang itu dirasa merugikan masyarakat.

"Juga menanamkan nilai-nilai Nasionalisme dan Gotong Royong sebagai budaya bangsa melalui kegiatan-kegiatan sosial yang melibatkan pemuda dan elemen masyarakat lainnya," tutupnya.

Ketua IMM Jambi, Muhammad Awal, mengatakan, 8 orang anggota DPR RI dan 4 orang anggota DPD RI dari dapil jambi dilantik pihaknya ucapkan selamat mengabdi untuk rakyat Indonesia, khususnya Jambi. Harapannya terhadap 8 anggota DPR RI dan 4 anggota DPD RI dari dapil jambi wajib untuk menyambung aspirasi rakyat disenayan. "Juga harus mampu mengangkat nama Jambi di kancah nasional serta harus mampu membawa program-program nasional itu ke jambi," katanya.

Ia mengatakan, program untuk meningkatkan mutu pendidikan, kesehatan, perekonomian, pembangunan dan yang lainnya supaya masyarakat jambi memang benar benar bisa sejahtera dan tidak lagi dilihat sebelah mata oleh para peringgi negara. Kalau mereka tidak mampu membawa kepentingan rakyat nantinya.(am)





Artikel Rekomendasi