Aktif di Medsos, YA Sering Dibully, Pengamat Ini Sebut Biasa karena Dianggap Kuat



Kamis, 26 September 2019 - 09:33:09 WIB



JAMBERITA.COM- Dinamika Pilkada Batanghari terus menghangat, berbagai teknik sosialisasi dan pencitraan terus dijalankan oleh masing - masing calon dan tim suksesnya. 

Sebagai salah bakal satu calon yang aktif menggunakan Facebook dalam aktivitasnya Yunninta Asmara sangat populer di kalangan Fesbuker. Maka tak aneh jika sosok Yunninta sering diserang oleh lawan politiknya.

Pengakuan ini disampaikan juru bicara tim YA center Akhmad Raihan, SH. Menurutnya sering kali postingan akun official YA diserang oleh netizen. 

" Ibu sering korban bully di Medsos, lagi masak dikomentari nggak ada api, padahal apinya kecil hingga tak terlihat kamera, ibu lagi membantu orang dibilang pencitraan, lagi mengawas program pembangunan dengan menaiki eksavator disebut macam - macam," katanya.

Padahal menurut pengacara muda ini, bagi Yunninta turun ke masyarakat merupakan hal biasa sejak tahun 1999. "Sejak pak Syahirsah jadi wakil bupati, apalagi kini beliau anggota DPRD Batanghari yang senior tiga periode terpilih, wajarkan beliau turun ke masyarakat," katanya.

Menanggapi fenomena ini Wendy Verdianto salah seorang pengamat media sosial di Jambi mengatakan fenomena bullying di media sosial pada satu sisi memperlihatkan pola aksi dan reaksi. Sehingga dalam level tertentu bully yang dilakukan netizen adalah yang lumrah, karena setiap ada aksi pasti ada reaksi.

Hanya saja dalam kasus bully yang dialami Yunninta Asmara, pria yang  bekerja di bidang data media itu menyimpulkan hanya bentuk kekhawatiran dari pihak yang kebetulan tidak satu ide atau tim sukses calon lain.

"Yunninta kena Bully di medsos sebenarnya salah satu bentuk kekhawatiran mereka akan sosoknya, orang takut akan kekuatannya, khususnya yang terkait dengan pencalonan dirinya selaku calon Bupati Batanghari," imbuhnya.

Hanya saja Wendy mengingatkan kepada Yunninta dan tim medianya untuk terus melakukan sosialisasi yang positif, simpatik dan terukur. Karena meski tidak menjangkau seluruh lapisan pemilih media sosial cukup berperan dalam mempengaruhi pemilih.

Namun alumni Teknologi Informasi (IT) salah satu universitas di Jakarta ini mengatakan sampai saat ini cara dan metode sosialisasi Yunninta Asmara di media sosial sangat konstruktif dalam membangun opini. Buktinya hasil uji trafik FB beliau dilihat sampai 16 ribu pengguna media sosial rata - rata perhari, meski yang aktif memberi komentar masih ratusan.(*/sm)





Artikel Rekomendasi