JAMBERITA.COM- Kebakaran hutan dan lahan yang berada di Desa Puding, Kecamatan Kumpeh Ilir, Muaro Jambi, pada Sabtu (7/9/2019) lalu sepertinya mulai merembet ke perusahaan. Ini terbukti dari pemanggilan yang dilakukan Polres Muaro Jambi terhadap manajemen PT Bara Eka Prima (BEP) dan PT Sawit Mas Plantation (SMP).
Kapolres Muaro Jambi melalui Kasat Reskrim AKP George Alexander pakke mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap perusahaan tersebut.
"Iya saat ini kita sedang dalami kebakaran tersebut. Pihak manajemen PT BEP dan PT SMP tengah dilakukan klarifikasi," kata Kapolres Muaro Jambi, AKBP Mardiono melalui Kasat Reskrim, AKP George Alexander Pakke, Selasa (17/9/2019).
Dikatakan George, pemanggilan terhadap dua manajemen perusahaan tersebut, karena perkebunan yang terbakar itu milik PT BEP dan PT SMP.
"Perkebunan yang terbakar itu sekitar puluhan hektar dan perkebunan itupun milik kedua perusahaan itu. Karenanya kita sedang lakukan pemanggilan klarifikasi," ujarnya.
Lebih lanjut, George menyebutkan bahwa, selain melakukan pemanggilan klarifikasi terhadap dua perusahaan itu, pihaknya juga telah melakukan penegakan hukum terhadap tiga tersangka yang diduga melakukan pembakaran lahan dengan dibakar. "Saat ini ada tiga tersangka sedang kita proses," pungkasnya.
Terpisah kepala BPBD Kabupaten Muaro Jambi M. Zakir mengatakan, saat sudah lebih dari 500 hektar lebih hutan dan lahar yang terbakar di kabupaten Muaro Jambi, terdiri dari milik masyarakat dan milik perusahaan, diantara lahan perusahaan yang terbakar PT PDIW, ( Putra Duta Indah Wood) PT Pesona, PT Bara Eka Prima, PT Pesona dan PT SMP (Sawit Mas Plantation).
“Ada 400 hektar Lebih hutan dan lahan di Muaro Jambi Hangus terbakar. Namun yang terbaru ini ada 200 hektar terbakar, itu kita hitung sejak bulan Januari 2019, dan lahan yang terparah baru baru ini terjadi kebakaran di PT Pesona di Desa Betung Kecamatan Kumpeh Ilir,” papar Kepala BPBD kabupaten Muaro Jambi M Zakir.
Ia sendiri belum meliha langsung lokasi terbaru yang terbakar. Karena masih memadamkan api di tempat yang lain. “Akibat kebakaran hutan dan lahan di wilayah ini, kabut asap semakin tebal menyelimuti kota Sengeti dan beberapa desa disekitarnya,”kata Zakir.
Dilokasi lain, tim BPBD dan tim gabungan TNI-POLRI terus berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan di Kecamatan Kumpeh. Lahan yang terus dipadamkan lahan terbakar milik perusahaan PT Putra Duta Indah Wood, PT Bara Eka Prima dan PT Pesona. Tim gabungan terus melakukan pendinginan.(*/sm)
Kasdam II/Sriwijaya Rapat Bersama Pemkab Tanjung Jabung Timur Bahas Karhutla
Tuntutan Aliansi Peduli Karhutla dan Kabut Asap Ditandatangani di Lapangan Kantor Gubernur
M Dianto Pinta Rumah Sakit Jiwa Jambi Lebih Terbuka Soal Informasi Publik
Dampingi Kasdam II Sriwijaya, Kapolda Pantau Karhutla di Wilayah Jambi
Aliansi Peduli Karhutla dan Kabut Asap Jambi Desak Sanksi Perusahaan Wilayah Konsensinya Terbakar


Kejati Jambi dan Angkasa Pura II Teken PKS, Perkuat Kepatuhan dan Pendampingan Hukum


