Bantah Mahasiswa Kembali ke Kampus, Presma Adiwangsa: Biro Kemahasiswaan Itu Salah



Kamis, 11 Juli 2019 - 13:38:21 WIB



JAMBERITA.COM - Presiden Mahasiswa Universitas Adiwangsa (UNAJA) Jambi Hery Ramadhan membantah terkait dengan pernyataan Biro Kemahasiswaan yang mengatakan mahasiswa sudah mulai kembali ke kampus.

"Hanya mau meluruskan, sebenarny gak ada mahasiswa yang pulang", ungkapnya kepada jamberita.com, Kamis (11/7/2019).

BACA: Mahasiswa Adiwangsa Mulai Kembali Ke Kampus, UNAJA: Mohon Doanya Demi Dunia Pendidikan di Jambi

Menurut Herry apabila ada mahasiswa datang ke kampus itu bukan berarti mereka kembali ke asrama, melainkan hanya mengambil KTI itupun karena instruksi dosen, setelah itu mereka langsung pulang.

"Saya rasa mereka hanya memanfaatkan situasi mahasiswa yang datang ke kampus, Itu yang memberikan statmen seperti nya memberikan info yang salah," jelasnya.

Sebelumnya, Biro Kemahasiswaan Unaja Zet Haryanto mengatakan bahwa pasca aksi demo dan mengosongkan kampus, sekarang para mahasiswa sudah mulai kembali ke kampus untuk mengikuti kegiatan sesuai akademik.

"Silahkan kalo beliau sang presiden membantah, akan tetapi begitulah adanya berdasarkan pengamatan saya dilapangan," ujarnya.

Perlu digaris bawahi dan menjadi entry point bahwa kampus Adiwangsa tidak pernah mengusir mahasiswa yang terjadi adalah ajakan pengosongan asrama yang kemudian di ikuti oleh sebagian mahasiswa asrama terhadap hal tersebut.

"Hal tersebut mereka lakukan karena, tuntunan mereka tidak serta merta dikabulkan oleh pihak kampus,yang notabane bisa dilakukan dengan komunikasi beretika sebagai seorang mahasiswa," terangnya.

Salah satunya yang menjadi tuntutan Mahasiswa itu perubahan UNAJA Creatif menjadi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) itu bisa dilakukan, tetapi harus dilakukan dengan perubahan yang terdahulu terhadap aturan yang mengatur sebagai payung hukumnya.

"Kemudian untuk menurunkan pejabat kampus tanpa adanya fakta hukum yg jelas, itu adalah tindakan zholim, saya khawatir dari point ini tidak murni aspirasi mahasiswa," jelasnya.

Mengenai tuntutan terhadap kelengkapan fasilitas labor gizi, itu sedang dalam proses finishing dan insya Allah bisa selesai dalam waktu dekat."Kesimpulannya, kejadian beberapa waktu yang lalu tidak perlu terjadi jika mahasiswa bisa membangun/diajak komunikasi dengan cara yg baik dan beretika tentunya, tanpa harus langsung aksi turun demo," pungkasnya.(afm)









loading...