Aliansi Pemuda Peduli Sarolangun Desak Gubernur Jambi Tidak Tandatangani SK Pemberhentian Syaihu CS



Minggu, 12 Mei 2019 - 20:13:14 WIB



Ismet
Ismet

JAMBERITA.COM- Kasus caleg pindah parpol namun tidak mundur dari partainya sepertinya bakal terus menuai kontraversi. Ini karena ada empat caleg yang sebelumnya mengajukan gugatan di PTUN terpilih karena meraih suara terbanyak.

Namun keempat nama ini terancam tak bisa diusulkan untuk dilantik sebagai anggota DPRD Sarolangun periode 2019-2024, dengan alasan pindah partai namu tidak mengundurkan diri dari anggota dewan Sarolangun. Empat caleg tersebut di antaranya, M Syaihu (Demokrat), Cik marleni (Golkar), Aang Purnama (Demokrat) dan A Zakir Azmi (Golkar).

Sesuai PKPU No 5 tahun 2019 tentang penetapan calon terpilih, penetapan perolehan kursi dan penetapan calon terpilih dalam pemilihan umum. Dimana calon terpilih yang masih aktif menjadi anggota DPRD padahal dia mencalonkan diri dengan pindah partai, maka tidak dapat diusulkan menjadi calon terpilih. 

Menurut informasi, keempat Caleg terpilih itu kini tengah mengajukan surat pemberhentian diri kepada gubernur Jambi. Padahal surat tersebut sudah diterbitkan oleh gubernur, tetapi digugat ke  ke PTUN Jambi,  dan SK tersebut kemudian dicabut. Syaihu Cs kembali duduk sebagai anggota dewan hingga sekarang.

Ketua Aliansi Pemuda Peduli Sarolangun, Ismet Isnaini SH,  meminta kepada Gubernur Jambi untuk tidak menandatangani SK pemberhentian sebagai anggota Sarolangun yang diajukan oleh Syaihu Cs, untuk menghindari blunder dalam penegakan hukum. 

"Karena seharusnya surat permohonan pengunduran diri tersebut diajukan sebelum penetapan DCT pada pemilu 2019.  Jika hal ini dilakukan maka kami Aliansi Pemuda Peduli Sarolangun akan melakukan perlawanan demi terciptanya kedaulatan dan penegakan hukum," katanya.

Dia menilai Syaihu Cc yang terpilih pada pemilu 2019 tidak berhak ditetapkan dan di-SK kan menjadi anggota DPRD Sarolangun. "Karena ini cacat hukum dalam proses tahapan dan pelaksanaan Pimilu," tegasnya.

Bahkan, pihaknya akan melakukan aksi untuk mendesak Gubernur Jambi agar tidak menandatangani SK pemberhentian. "Karena diduga mereka sudah mempermainkan hukum," pungkasnya.

Sebelumnya, Ali Wardana, Komisioner KPU Sarolangun membenarkan hal tersebut. Dijumpai di sela rapat pleno KPU Provinsi Jambi, dia menyampaikan, empat caleg yang terpilih itu bisa ditetapkan sebagai caleg terpilih, namun tak bisa diusulkan untuk dilantik.

"Harus melampirkan SK pemberhentian sebagai anggota DPRD. Jika tidak maka tidak akan bisa diusulkan. Bisa ditetapkan caleg terpilih tapi tak bisa diusulkan," terangnya.

Dia menerangkan, pengusulan caleg terpilih itu diperkirakan akan dilakukan pada Juni mendatang. Sementara registrasi gugatan di MK dilakukan pada 23-25 Mei mendatang.

"Jika masih menjabat tidak bisa diusulkan. Dibuktikan dengan SK pemberhentian," tandasnya(*/sm)

 












loading...








Abu Bakar Ditemukan Tak Bernyawa

Abu Bakar Ditemukan Tak Bernyawa

Jumat, 24/01/2020 13:12:45
H Mashuri Gerakan Subuh di Bungo Antoi

H Mashuri Gerakan Subuh di Bungo Antoi

Jumat, 24/01/2020 10:52:59