JAMBERITA.COM– Turnamen sepak bola Liga Veteran yang mempertemukan antar pemain legendaris di Kabupaten Tanjung Jabung Barat diikuti oleh 9 klub telah usai digelar pada Minggu (31/3). Bramitam FC keluar sebagai Juara, diikuti Demokrasi FC sebagai runner up, AON FC menempati peringkat tiga, dan Gapensi FC juara harapan.
Usai merengkuh gelar juara, pelatih Demokrasi FC, M Dedi Irawan mengaku kecewa dengan pihak Panpel Liga Veteran yang dinilainya tidak memperhatikan dan menghargai prestasi para pemain yang rata-rata sudah menginjak umur 37 tahun ke atas itu. Sebagai ungkapan kekecewaan Demokrasi FC mengembalikan piala yang mereka dapat ke pihak panpel.
“Kami sangat kecewa, karena turnamen sekelas PSSI tidak ada uang pembinaannya. Sedang kan turnamen tingkat Desa saja dengan uang pendaftaran yang hanya Rp 50 ribu bisa dapat uang pembinaan hingga jutaan rupiah,” keluh Dedek sapaan akrabnya sembari memperlihatkan bukti pendaftaran awal yang senilai Rp 1.5 juta, ke awak media, Selasa (2/4/2019).
Dedek menyebut pihaknya sangat menyesal ikutserta meramaikan turnamen Liga Veteran Tanjab Barat tersebut, menurutnya jika dari awal pendaftaran panitia menyampaikan tidak ada hadiah maka timnya otomatis tidak ikut mendaftar.
“Ya, yang main ini orang tua bukan anak-anak, untuk apa capek-capek lari lari di lapangan kalau tidak ada yang dikejar. Karena selain hiburan kita juga ingin jadi juara dan memperebutkan hadiah (uang pembinaan). Karena uang pendaftarannya besar tentu perkiraan kami hadiahnya juga besar. Ternyata hanya piala, piagam pun tidak ada,” ungkapnya kesal.
Menanggapi hal ini, Ketua KONI Tanjab Barat, H Syafril Simamora dikonfirmasi mengaku tidak dilibatkan pada turnamen Liga Veteran. Karena dirinya menganggap turnamen tersebut diluar program atau tidak resmi.
“Kita pengurus KONI Tanjabbar tidak diberitahukan sebelumnya atau tidak dilibatkan pada turnamen tersebut. Setau saya liga veteran ini tidak resmi dan baru pertama kali di adakan di Kabupaten Tanjab Barat,” ungkap Ucok Mora, sapaan akrabnya.
Dia menjelaskan, tidak ada anggaran khusus dari KONI untuk pembinaan di Liga Veteran. Tapi dikatakannya, kalau anggaran pembinaan untuk PSSI ada sekitar Rp 70 juta tapi itu untuk turnamen resmi yang diadakan PSSI Tanjab Barat.
“Anggaran pembinaan ini kan untuk prestasi pemain di turnamen resmi, seperti Liga Suratin, Liga Remaja, dan Divisi tiga. Jadi tidak ada untu liga veteran, dan sekarang dana tersebut juga belum turun,” jelasnya.
Terpisah, Ketua Askab PSSI Tanjab Barat, Husaini membenarkan jika turnamen Liga Veteran tidak ada uang pembinaan karena digelar hanya sebagai hiburan atau silaturahmi antar pemain lengendaris.
“Turnamen ini diluar PSSI, dari awal memang tidak ada kita bunyikan hadiahnya karena hanya sebagai ajang silaturahmi dan biaya gaji wasit, kebersihan, lapangan dan logistik lainnya dibebankan kepada klub yang ikutserta sebesar Rp 1,5 juta perklub sebagai uang pendaftaran,” jabarnya.
Menurutnya, kekecewaan salah satu klub tersebut hanya karena miskomunikasi. Untuk panitia juga bukan dari PSSI melainkan bersama melibatkan semua manajer klub yang ikut serta dan sudah dirapatkan sejak awal sebelum turnamen dimulai.
"Awalnya ada gagasan dari kawan kawan old star ide diadakan semacam pertandingan untuk silaturahmi mantan pemain Tanjabbar. Terus kita bersepakat untuk iuran dalam pelaksanaannya," jelas Husaini.
“Waktu rapat semua manajer klub kita undang sebagai panitia pelaksana. Hanya saja, saat itu manajer klub Demokrasi FC, Dedek tidak hadir dan diwakili oleh salah satu pemainnya, Hendra. Mungkin pemainnya itu tidak menyampaikan kepada manajernya hasil kesepakatan rapat hari itu,” sambungnya.
Sementara disinggung apakah untuk uang pembinaan Liga Veteran bisa digunakan melalui dana Pembinaan dari KONI, ditegaskan Husaini jika anggaran pembinaan di PSSI hanya digunakan untuk turnamen resmi seperti Liga Divisi 1, Liga Remaja, Liga Suratin dan Turnamen PSSI.
“Liga Veteran ini kan di luar PSSI, jadi tidak boleh diambil dari dana pembinaan. Dana ini kan untuk pembinaan pemain pemain muda berprestasi. Intinya terjadi miskomunikasi,” tandasnya. (Henky)
Perkuat Ketertiban Daerah, Kemenkum Jambi dan Satpol PP Tanjab Barat Godok Ranperda Inisiatif Baru
Bupati Anwar Sadat Serahkan Bantuan Kebakaran, Warga Teluk Nilau Dapat Bangkit Lagi!
Bupati Anwar Sadat Tinjau Pengerjaan Box Culvert Tanjung Bojo
Sekda Hadiri Millenian Road Safety Festival Polres Batanghari
Pangkas Birokrasi, RSUD Raden Mattaher Siapkan Layanan Uronefro Terpadu Pasien Gagal Ginjal



